Bunga & Dilan

Bunga & Dilan

  • WpView
    LECTURAS 8,073
  • WpVote
    Votos 272
  • WpPart
    Partes 18
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, mar 9, 2019
WpInfo
Ficción
Romance
Asal judul : you are mine Judul sekarang : miniera ( kata dari bahasa Italia yang artinya milikku ) ============================ Gimana perasaan kalian, d saat kalian baru pulang dari luar negeri setelah melanjutkan studinya, kalian d jodohkan oleh kedua orang tua kalian dengan teman masa kecil kalian yang kalian tidak tau sama sekali wajahnya gimana sekarang. Bahkan kalian telah d jodohkan saat kalian dalam kandungan. Terus gimana kisah rumah tangga mereka yang d dasari oleh perjodohan tanpa adanya rasa cinta d antara mereka. Akankah mereka mempertahankan hubungan mereka atau mereka malah memilih berpisah dan menjalankan kehidupan mereka masing-masing.
Todos los derechos reservados
#97
meninggal
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Being a Good Papa [ End ]
  • DIBALIK TANGIS SEORANG ISTRI
  • Perfect Love
  • Stuck In H2SO4~Completed
  • WEDLOCK [END]
  • Arranged Marriage
  • Unsaying Words (Indonesia)
  • Regret
  • Kita
  • Denial (Selesai)

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido