cold
  • WpView
    Reads 112
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 26, 2018
Cerita ini di mulai saat gue duduk di bangku kelas IX SMP. Cukup rumit jika harus di ceritakan namun, gue mencoba untuk menceritakan keadaan hati gue saat itu. Yaa..gue jatuh cinta sama cowok populer di sekolah dan gue harus terjebak dalam situasi gue dan dia teman sekelas.. Dia bernama Angga Mahendra Jika di deskripsikan mungkin kalian akan tertarik tapi sayang nya dia cowok yang bersifat dingin dia mencoba untuk tidak jatuh cinta, karna apa? Karna dia masih menyimpan masa lalunya. Penasaran? Lanjut dong bacanya jangan sampe di sini aja Semoga kalian suka ya.. Selamat menikmati ceritanya. [ based on true story ]✔ [ dont copy paste ] ⚠
All Rights Reserved
#837
squad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • The Same Feelings
  • Ketos Vs Adek Kelas
  • RAFAELKARINA [COMPLETED]✅
  • ARGA [Completed]
  • Cool Boy & Gadis Halu
  • Satha
  • Alando (Tahap Revisi)
  • Anggi & Angga (Completed)
  • About feelings   (selesai)

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines