THIS IS ME

THIS IS ME

  • WpView
    Reads 1,068
  • WpVote
    Votes 137
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 17, 2018
Terkadang menjadi diri sendiri itu adalah hal terbaik. Disaat semua orang berusaha bersikap baik untuk menjaga imagenya agar tidak dipandang buruk, berbeda dengan seorang cowok yang selalu membuat onar dan banyak yang membencinya bahkan dia tidak mempunyai banyak teman menurutnya ini hidup dia dan yang menjalankanpun dia bukan orang lain,orang lain tidak perlu ikut mencapurinya dia adalah MANANTA DIRTAMA PUTRA. Sampai dia bertemu dengan sosok perempuan yang aneh,cerewet,bahkan dengan serba kekepoannya tentang hidup mananta, disaat semua orang menjauh dari mananta berbeda dengan dia bahkan bersusah keras untuk mendekati mananta dengan seribu cara hingga hal yang belum pernah mananta rasakan tiba untuk pertama kalinya dia merasa senang berinteraksi dengan seorang perempuan bernama MEDINA AYU PERMATA. "Terimakasih telah membuatku seperti terlahir kembali" -mananta "Bahkan seseorang yang tidak kau duga adalah seseorang yang membuat hidupmu menjadi lebih berarti" -medina Follow author dulu yaa sebelum baca😉 Happy Reading!
All Rights Reserved
#2
medina
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Numbness (selesai)
  • Gone(✔)🔚
  • Married With Ketua OSIS [COMPLETED]
  • Absquatulate [Sudah Terbit]
  • FRIENDzone (Completed)
  • Hidden Feelings
  • AKSA
  • Rude Beautiful Girl [Sudah Terbit]

Highest rank : #1 in boyfriend [15 januari 2019] "Jauh-jauh dari gue!" Ia mengibas-ngibaskan tangannya, seolah mengusir. Mau tidak mau Adel menurut, ia mundur dengan senyuman yang masih mengembang. "Jauh lagi!" Adel mundur lagi. "Lagi!" "Terus, lagi!" Adel terus mengikuti ucapan Bagas, dan senyumannya semakin lama kian sirna. "Udah, stop! Lo harus jaga jarak sama gue kayak gini. Kalo lo berani deket-deket, kita end!" sungut Bagas sambil memperagakan gaya menggorok leher. Bibir Adel mengerucut. "Ih, gue jadi kayak penguntit tau nggak, Gas?!" "Gas gus gas gus! Lo kira gue elpiji!" ucap Bagas tak terima dengan namanya yang disingkat-singkat dan malah jatuhnya seperti gas elpiji. Adel cengengesan. "Jadi, gue manggilnya apa, dong? Ba? Atau..... Sayang?" -------- Copyright 2018 @windchenchaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines