Unrequited

Unrequited

  • WpView
    Reads 131
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 5, 2018
Diam dan sendiri itulah hal yang disukai Arshy Pemeela. Karena hal tersebut telah menemaninya semenjak 2 tahun terakhir ini. Bahkan dia jarang mempercayai orang-orang disekitarnya. Baik di depan busuk di belakang, ya dia selalu menganggap semua orang seperti itu. Tetapi ada seseorang yang menyakinkan tentang hal itu tidak benar. Perlahan Arshy memulai mempercayai seseorang itu. Tetapi semua sama saja kembali pada semula dan tidak ada yang berbeda. Sia-sia! Ketenangan tanpa lika-liku kehidupan yang semala ini ia cari. Tetapi sayang Tuhan sudah merencanakanya, karena sebuah hidup tak pernah berarti tanpa lika-liku. Namun mengapa seberat ini yang diberikan kepadanya. Haruskah dia mengakhiri semua ini dengan merubah kehidupannya?. Untuk apa merubah menjadi orang lain jika orang lain pun belum tentu ingin merubah sepertinya. Dunia memang kejam.
All Rights Reserved
#540
wattys
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kesedihan [SELESAI]
  • Antara Cinta dan Lara
  • 2 Dimensi
  • H U R T
  • Kue Stroberi Tahun Depan
  • AKSA
  • Just Be Friend? [Completed]
  • Alex(A)

JANGAN LUPA FOLLOW!! Anak akan tumbuh sesuai dengan lingkungan yang mendidiknya dengan cara apa. Trauma itu benar-benar nyata. Terbawa hingga mereka dewasa. Kisah ini menceritakan sebuah trauma yang membuat cinta Zeora menjadi rumit. Kepercayaan berulang kali dihancurkan. Sampai pada waktu, ia menutup kepercayaan pada semua orang, ia malah menyakiti sosok yang tulus. "Kasih aku ruang sedikit aja di hati kamu. Mungkin terdengar nggak layak. Tapi, aku bakal berusaha buat ngelawan kelainan ku yang kamu bilang gila," ucap cowok itu tulus. Zeora menyunggingkan senyum meremehkan. "Sampai lo mati di depan mata gue atau bersimbah darah karena gue, nggak akan ada sedikit pun ruang yang kebuka buat nerima lo. Dengerin gue. Kita nggak akan bersatu," balas Zeora tajam. Ia tak tau ucapannya inilah yang berakhir penyesalan. Suatu hari kejadian tak terduga menimpa Zeora dan laki-laki itu. Di sana Zeora tau, siapa orang tulus yang telah ia sia-siakan. Apakah penyesalan Zeora itu membuat gadis itu kembali mendapat cinta tulus dari laki-laki itu? Atau malah luka yang terus membuatnya gila?

More details
WpActionLinkContent Guidelines