Rindu [DALAM REVISI]

Rindu [DALAM REVISI]

  • WpView
    LECTURES 1,315
  • WpVote
    Votes 175
  • WpPart
    Chapitres 17
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., juin 23, 2018
"Aku masih merindukanmu, disini.. meskipun kenyataannya kau taakan kembali untukku." -Alvano Alvano memasuki ruangan Viona... Ia mendekati Viona yang sedang terbaring koma dan terduduk lemas dengan memegang erat tangan Viona,"Viona, aku mohon kamu bangun ya,"ucap lemas Alvano mencium tangan Viona dengan menangis. Lely memasuki ruangan,"lo terlalu percaya sama orang lain di banding Viona, Viona udah kayak gini lo baru percaya sama dia!"Lely tersenyum dengan meneteskan air mata. Alvano menoleh kepada Lely dan merapatkan bibirnya lalu meneteskan air mata. Penasaran? Baca sampai selesai yu;') Happy readding gaiss? [POST SATU MINGGU DUA KALI]
Tous Droits Réservés
#406
hati
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • F A K E ? [End]
  • Aku Bukan Dia ( kita Berbeda )
  • ZELVANO [selesai]
  • Elvio ||on going||
  • Alca || Selesai
  • ABLUVION {COMPLETED}
  • GORESAN HATI
  • AlReGa [END]√
  • It's True Love With Ketos
  • #2 Only You (Complete)

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu