Fortiden.

Fortiden.

  • WpView
    Membaca 94
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Apr 8, 2020
"Aku sudah berpindah. Kamu bukan lagi pusat kehidupanku." -Gavino Gio Alfaro "Apapun yang akan dilihat nanti, katakan pada semesta. Nyatanya ragaku tetap baik-baik saja, meskipun hancur tak terpulihkan dari kecewa yang membumihanguskan." -Amira Alqueena Adeeva ______________________________________________________________ Gavino Gio Alfaro. Dia adalah salah satu siswa SMA Garuda yang terkenal dengan sikap dingin tak tersentuh, Irit kata, ketus, beringas dan langganan masuk bk. Tapi siapa sangka dibalik sikap yang seperti itu, ia adalah cowo terpintar disekolah nya, bahkan ia kerap kali menjuarai Olimpiade-olimpiade pendidikan yang mengharumkan nama sekolahnya. ______________________________________________________________ "Jangan tatap mata gue! Lo bakal nyesel." "Oh yah? Oke kita liat seberapa nyeselnya gue saat gue tatap mata lo sekarang?!" "Gue pastiin setelah ini, lo gabisa jadi milik orang lain!" "..."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#197
gavin
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Writing a Destiny (Completed) ✅
  • Retaliation
  • ALTERIO
  • ALSAKA: Cigarettes [Sudah Terbit]
  • ALBARES MADAGASKAR (END)
  • ARSHAKA (END)
  •  Alcha ~ Rajawali
  • Alvarez [ On going ]
  • APRIL
  • ARSHAKA untuk NAEVA✓

Sebuah ucapan atau tulisan pasti saling berkaitan. Lantas, jika salah satunya terwujud sebagai takdir, apakah ada cara untuk menghentikannya? *** Binar, seorang siswi SMA yang kerap dijauhi oleh seisi sekolah karena sebuah rumor. Tangan yang selalu bergerak dan menulis 'takdir' setiap kali melihat tubuh seseorang mengeluarkan sinar menjadi alasan semua orang untuk membencinya. Berharap bahwa kemampuan itu dapat dihilangkan, tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Bagaimana nasib Binar? Apakah ia akan terus-terusan tenggelam bersama perasaan bersalah sendirian? *** "Bukan aku yang menginginkan kemampuan ini, tetapi kenapa mereka semua membenciku? Tuhan ... tolong bantu aku melupakan semua ini. Tolong bantu aku melupakan kebencian yang ditunjukkan semua orang, terutama ... orang tuaku." -Binar.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan