Shafa
  • WpView
    Reads 910
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 18, 2018
Jodoh, Rezeki serta Maut sudah digariskan oleh Allah untuk setiap hamba-Nya. Itulah pendirian seorang Shafa Hasanah Al-Hasan. Seorang gadis dengan tugasnya untuk senantiasa istiqomah terhadap tugasnya terhadap Sang Pencipta. Ia memilih hidupnya sendiri setelah menempuh pendidikan menengah pertamanya di pondok pesantren. Untuk menguji imannya sendiri, dengan keyakinannya pada Allah. Shafa melanjutkan tingkat menengah atasnya di sekolah negri. 2 tahun sekolah semua mata memandangnya dengan pandangan berbeda. Dia gadis berkerudung yang selalu menundukkan kepalanya. Dia gadis 'aneh' yang menghabiskan waktu luang disekolahnya untuk pergi ke masjid. Itu kata orang-orang yang memandang aneh dirinya. Tidak semua beberapa orang bahkan yang berbeda agamapun menghormati Shafa yang menjalankan tugasnya sebagai seorang muslim. Imannya diuji begitupun kesabarannya. Banyak laki-laki yang berdatangan kepadanya untuk menyatakan perasaan mereka. Shafa menolak dengan jawaban 'Jodohku sudah diatur oleh Allah'. Hingga suatu hari Allah benar-benar mendatangkan jodoh untuknya di usianya yang masih belia. Jodoh yang tidak sesuai dengan isi doanya selama ini. 'Allah hanya sedang menguji kesabaranku. Ya allah berilah kesabaran lebih untukku.'
All Rights Reserved
#152
imam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dalam Sepertiga Malam (CDSM)  [Revisi]
  • H2 TARIM
  • Antara Hati dan Iman ✅
  • My Ustadz My Crush [SELESAI]
  • Dear Kekasih Halal
  • My Mine(End)
  • Story Love  Of Aisyah Guz Adnan🍁 ( Slow update)
  • Lauhul Mahfudz (END)
  • Imam Kedua (Tersedia di Dreame)
  • SENJA UNTUK ALESHA

Masalah umur, rizki, jodoh, bahkan kematian, sudah ada yang atur. Tugas kita hanya menjalaninya dengan ikhlas. Dekatkan diri kepada sang pencipta, apapun masalahmu, hamparkan sajadah mu, menangislah dalam sujud panjangmu, minta kepada tuhanmu, tak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Ketika perjodohan tak dapat Naira hindari, ia hanya bisa berserah diri kepada Allah. Bahkan dihari pernikahannya, pipinya tak pernah kering, bahkan senyum tak sedikitpun tergambar di bibirnya. Sampai sehari sebelum pernikahannya, ia masih setia menunggu Fatih. Pemuda yang katanya mencintainya, pemuda yang katanya berjanji akan memperlakukan Naira layaknya seorang ratu, pemuda yang katanya ingin menyempurnakan agamanya bersama Naira, pemuda yang nyatanya tak kunjung datang untuk merealisasikan semua janjinya. Tetapi, sebaik apapun manusia menyusun rencana, rencana Allah lah yang terbaik.

More details
WpActionLinkContent Guidelines