The Empty Spaces Between Us

The Empty Spaces Between Us

  • WpView
    Leituras 41
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, jan 17, 2025
Ruang kosong yang udah disiapin apa bakal tetep kosong? Ruangannya udah rapih, penuh dengan bunga bunga, tapi kayanya bakal tetep kosong deh. - Isnaeni Adzahraa. Ruangan kosong yang siap untuk menyambut seseorang masih kosong, hampa, butuh sosok yang bisa mengisi ruang kosong tersebut. Lalu apa yabg harus Alvaro lakukan? - Alvaro Pratama. The Empty Spaces Between Us, 2025. Hak Cipta Dilindungi Undang Undang, Lizky Aska Dewi. a/n : pernah update dengan judul Alvaisna pada tahun 2016.
Todos os Direitos Reservados
#797
alvaro
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • ALZEA : FEATURED SOULS
  • BarLea (On Going)
  • ARGA [Completed]
  • AlvarettAlam [Completed]
  • [END] When the Stars are Tired
  • Gravity of The Unspoken
  • Waktu Awan dan Rembulan
  • Secretly Yours
  • Awan Hiasan [terbit]

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo