My Alpa [END]

My Alpa [END]

  • WpView
    Reads 7,060
  • WpVote
    Votes 485
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadComplete Mon, Oct 28, 2019
Puluhan, ratusan, bahkan ribuan siluman 'baik' mati sia sia di hadapannya. Mily, sang pewaris tunggal anggota klan penjaga siluman itu hampir mati putus asa. Hanya tersisa sedikit dari mereka yang masih hidup. Termasuk Alpa si siluman serigala terakhir di dunia yang sangat berharga baginya. Semua ini gara gara ritual klan ghaib sialan itu. Nyawa Mily bahkan sudah bisa di hitung dengan menit. Mampukah dia melindungi spesies siluman 'baik' yang tersisa dengan sisa nyawanya itu ? (人 •͈ᴗ•͈) mohon dimaklumi ya typo nya. Cerita ini sudah tamat, dan masih revisi di laptop dalam bentuk naskah novel ヘ( ̄ω ̄ヘ) "Bakal terbit jadi buku gak ?" (~‾▿‾)~ Ya, semoga saja....
All Rights Reserved
#84
wolf
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Doctor My Bodyguard (End)
  • My Mate Is The Royal Princess √ [END]
  • Moonlight [ REVISI ]
  • My Mate Is Little Wife (Selesai)
  • (Find) The Key (Komplit)
  • Unmated Wolf ( End )
  • Starlight [ complete ]
  • Filantropi [SELESAI]
  • The Power Of Stalker

Dengan tenaga yang tersisa Kinan mengarahkan revolvernya ke arah musuh namun sebelum dia menyelesaikannya. Terdengar lebih dulu suara tembakan bersahutan. Kinan menutup mata dan pasrah karena merasa tembakan itu di arahkan kepadanya. Namun, bukan tembakan yang Kinan rasakan. Pintu mobilnya terasa ada yang membuka. Dengan energi yang tersisa Kinan membuka mata dan melihat siapa yang menghampirinya. Kinan kira yang menghampirinya adalah malaikat maut ternyata sosok yang sangat ia rindukan. "Fahri?" Gumam kinan. Dengan hati-hati Fahri mengeluarkan Kinan dari mobil. Dia merengkuh dan menggendongnya. "Sekarang kau sudah aman, istirahatlah!. Maafkan aku datang terlambat" Kinan masih menatap Fahri dengan tatapan ragunya. "Apakah ini mimpi?" Gumamnya di dalam hati Fahri melangkahkan kakinya dengan mantap dengan Kinan yang berada di rengkuhannya. Tidak terasa pagi telah datang, udara sejuk yang menusuk, pemandangan laut yang indah dari ketinggian, serta semburat kuning di ufuk timur yang menunjukan bahwa sang mentari akan segera bersinar, menjadi pengantar Kinan melepas kesadarannya di pelukan Fahri. "Maafkan aku" lirih Fahri. #49_pengawal[16/06/20] #63_Laga[28/10/20] #973_Misteri[29/10/20] #54_Keren[3/11/20] #1_pshyco[15/11/20] Dilarang Copy Paste saling menghargai karya Salam Aksara 🙏 Happy Reading 😇

More details
WpActionLinkContent Guidelines