Story cover for Natasha  by Gunartijuwitan
Natasha
  • WpView
    Прочтений 133
  • WpVote
    Голосов 18
  • WpPart
    Частей 10
  • WpView
    Прочтений 133
  • WpVote
    Голосов 18
  • WpPart
    Частей 10
В процессе, впервые опубликовано июн. 12, 2018
Bagi Natha, Tasha adalah dunianya. 
Namun bagi Tasha, Natha adalah polusinya.

Ini cerita tentang dua orang dengan sifat yang bertolak belakang. Gadis dingin dengan segala kegalakannya. Dan Lelaki pembuat onar dengan segala kehebohannya. 

Disebut Tom and Jerry karna dimanapun dan kapanpun mereka disatukan, selalu ada pertengkaran.

Namun tak urung membuat keduanya bersatu, dengan pertengkaran yang masih setia hadir diantara keduanya.
Все права сохранены
Подпишись, чтобы добавить Natasha в свою библиотеку и получать обновления
или
#2tasha
Требования к контенту
Вам также может понравиться
EPHEMERAL PRINCESS {END} ✓ от KimRyeonjin
38 Части Завершенная история
Ephemeral berlaku bagi semesta ciptaan Tuhan. Begitu juga bagi gadis berjiwa indah itu. Dia hanyalah hujan di tengah musim kemarau yang datangnya didamba. Namun, hadirnya kerap dianggap tak ada. Nathalie Abigail Putri Gavriel. "Jen, gue pengen jadi bintang paling terang di atas sana," ucap Natha. "Bintang di atas sana udah banyak, Nath. Lo gak perlu repot-repot buat menjelma jadi bintang disana, karena Lo udah jadi bintang paling terang - ..." ucap Jeno menarik perhatian Natha sehingga gadis itu menoleh ke arahnya. "Di hati gue." "Natha ... gue sayang Lo, Nath. Natha-Nya Jeno. Jeno memang bukan pacar nya Natha, tapi Jeno temen hidupnya Natha." Gadis dengan Sejuta Luka dan Nestapa. Membangun rumah untuk sekelilingnya, meskipun dirinya tak memiliki rumah tempat berkeluh kesah. Dia adalah pemilik kisah Amerta, sedang hadirnya sendiri Lengkara. "Dek!" "Hmmm?" "Gue baru baca artikel. Katanya ada siswi SMA yang sinting karena kebanyakan belajar," tutur Rafa dengan nada dibuat menyeramkan. Natha berdecih mendengar berita omong kosong itu. "Ngarang aja lo, Bang!" "Dih, gak percaya! Beneran lho?" Rafa menekankan nada bicaranya meyakinkan Sang adik. "Y. serah," pasrah Natha menimpali ucapan nyeleneh Rafa. "Jangan gila belajar, Nath ..." tegur Rafa merasa tidak tega melihat Natha belajar dengan giat. Namun, tak pernah diapresiasi. "Kalo gak belajar gue bego. Kalo bego- ... Mama Papa gak perhatian lagi sama gue," sahut si bungsu pula. "Emang kalo Lo pinter Mama Papa perhatian sama Lo?" cetus Rafa dengan spontan. Natha tersenyum miris lantas menutup buku catatan tersebut. "Nggak juga sih, mereka cuma perhatian kalo gue sakit. Apa gue sakit sakitan aja ya, Bang?" Gadis itu kemudian menoleh pada Abangnya dengan senyuman pilu. "Tuh kan! Beneran sinting kan jadinya? Gara-gara kebanyakan belajar nih pasti." Kisah ini milik Nathalie dan Nayanika. Dua sosok dalam satu raga. Satu jiwa dan satu rasa.
Вам также может понравиться
Slide 1 of 10
Before 180 Days ✓ cover
Sejenak Luka cover
ALGANESSA cover
Langit untuk Asa cover
EPHEMERAL PRINCESS {END} ✓ cover
Hati Untuk Ara cover
GEVA RIGUNA cover
ARES KIRANA cover
Cinta Beda Agama cover
My Stupid Heart  cover

Before 180 Days ✓

21 Часть Завершенная история

Saat Yasa dan Yada masih kecil, mereka adalah saudara kembar yang tak terpisahkan. Dunia mereka penuh dengan tawa, mimpi, dan kehangatan keluarga. Namun, segalanya mulai berubah ketika Yasa pertama kali didiagnosis lupus. Di usia yang masih belia, ia harus menghadapi kenyataan bahwa tubuhnya tak sekuat anak-anak lain. Yada, yang selalu melihat kembarannya sebagai bagian dari dirinya sendiri, mulai merasa takut kehilangan, takut melihat Yasa menderita. Sementara itu, orang tua mereka yang dulu harmonis perlahan mulai retak, perdebatan tak terhindarkan, dan rumah yang dulu terasa aman kini menjadi medan ketegangan. Di antara kesakitan dan ketidakpastian, Yasa dan Yada berusaha bertahan, saling menggenggam erat sebelum badai benar-benar menghancurkan keluarga mereka. Sebelum semuanya hancur, sebelum rumah mereka tak lagi sama, mereka masih punya satu sama lain-setidaknya untuk saat itu. Mampukah mereka mempertahankan keutuhan keluarga, ataukah pada akhirnya perpisahan tetap tak terhindarkan?