Cinta Masih Ada

Cinta Masih Ada

  • WpView
    GELESEN 335
  • WpVote
    Stimmen 47
  • WpPart
    Teile 10
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert So., Juni 17, 2018
WpInfo
Belletristik
Romantik
Cantika berusaha mengatur jantungnya yang mulai nggak menentu. Wajah itu membuat ia terpana sejenak. "Jangan sombong!" ucapnya ketus di sela-sela tatapannya. "Itu kenyataan. Nggak ada yang bisa mengalahkanku." "Oh ya? Bagaimana kalau kita balapan?" tangtang Cantika kemudian. Cowo itu tertawa. "Hahahaha balapan? kamu nggak sayang sama keluargamu?" "Keluargaku nggak mau tahu tentangku. Masalah buatmu?" "Aku nggak pantas bertanding denganmu." "Apa maksudmu? Kamu takut?" "Yah, setidaknya aku mengehargai kaum wanita kalau kalah aku yang malu, menang juga aku yang ga tau diri." *** Karena cinta yang terganjal restu, karena rumahnya yang berubah menjadi neraka, Cantika menjadi akrab dengan jalanan dan balapan. Ia melampiaskan kehampaannya akan cinta di sana. Namun,mungkinkah disana relung hatinya akan terisi? Bagaimana jika jalanan dan balapan justru dengan kekejaman?
Alle Rechte vorbehalten
#93
cintataksampai
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • TAK BISA MELAWAN TAKDIR
  • Hi, Pak Dosen!
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Salah Tapi Enak [GXG]
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • Don't Love for DEVIL'S (HIATUS)
  • 𝐋𝐨𝐯𝐞 𝐒𝐭𝐫𝐮𝐠𝐠𝐥𝐞 ✔
  • Angel To Raya (END)
  • DRABIA [END]

Prolog: Tak Bisa Melawan Takdir Langit sore merona jingga saat Bayu membantu seorang wanita tua menyeberang jalan. Lalu lintas kota ramai, kendaraan melaju dengan ritme sibuk khas perkotaan. Namun, di tengah perhatiannya yang tertuju pada keselamatan si wanita tua, sebuah tubuh menabraknya dari samping. "Aduh! Maaf!" suara perempuan terdengar panik. Bayu terhuyung sedikit sebelum menoleh. Seorang gadis berdiri di depannya dengan wajah penuh kebingungan-Tania. "Aku nggak sengaja! Aku buru-buru dan-" Klakson keras memotong ucapannya. Keduanya menoleh bersamaan. Dari kejauhan, sebuah truk besar bermuatan penuh melaju dengan kecepatan tinggi. Jaraknya terlalu dekat, remnya berbunyi memekakkan, tetapi laju kendaraan itu tidak berhenti. Mata mereka membelalak. Lalu segalanya menjadi gelap. --- Bayu terbangun dengan napas tersengal. Udara di sekitarnya terasa sejuk dan beraroma tanah basah. Dia mencoba mengangkat tubuhnya, namun yang ia lihat bukan jalanan kota, melainkan langit biru yang bersih, tak ada gedung-gedung tinggi atau suara kendaraan. Di hadapannya, sebuah kastil megah menjulang, dengan bendera berkibar di puncaknya. "Apa ini...?" gumamnya. Ia merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya. Pakaiannya berbeda-jubah kebesaran berwarna biru dengan sulaman emas menghiasi dadanya. Tangannya gemetar saat ia menyentuh permukaan kain yang terasa mahal. Kemudian, suara langkah cepat menghampiri. "KAMUU?" Bayu menoleh, dan seketika matanya membesar. Tania berdiri di depannya, mengenakan gaun anggun berwarna putih gading, dengan sulaman halus di bagian lengan dan pinggangnya. Rambutnya lebih panjang, tersisir rapi dengan hiasan kecil di atas kepalanya. Namun, yang paling mengejutkan bukanlah penampilannya-melainkan ekspresi wajahnya. "Kau juga di sini?" tanyanya pelan, suaranya bergetar.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien