Sunshine Series

Sunshine Series

  • WpView
    Reads 107
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 13, 2020
Kamu tahu, Mika? Andai ini sesederhana bulan yang selalu bersinar karna cahayanya mentari, aku tidak perlu takut. Karena pada akhirnya, bulan selalu membutuhkan mentarinya, bukan? Namun, di kisah ini, bulan terlalu larut benderang bersama jutaan bintang yang menambah cantik rupanya di malam kelam. Dan seakan masih belum cukup, ternyata ia menemukan matahari yang lain. Sedih ya? Mungkin memang aku, yang harusnya tidak menaruh harap banyak. [ini hanya berupa cerita singkat berseri tentang Mika dan Kira]
All Rights Reserved
#140
crush
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DeaSea
  • SOMEDAY [completed]
  • Sahabat Dan Dilema
  • Remember You - {On Going}
  • REMENTANG
  • Short Story
  • Raihan dan Naura [END]
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • StellaLuna
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines