RUVEL
  • WpView
    Reads 222
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 26, 2022
Kenapa habis B itu C ? karena habis Bercanda bisa jadi Cinta.. Ini cerita tentang Ruvel. cowok pecinta warna merah dan hitam, suka menggombal, dan juga jago main gitar.. Teruntuk Hati.. Aku pikir ini hal biasa. Aku pikir ini menyenangkan. Bisakah semua kata kata itu kutarik kembali ?? ku tarik dan akan kubiarkan perlahan menjadi nyata dan memiliki arti penting dalam diri.. Seandainya hati tau kearah mana, Mungkin aku tak kan sebodoh ini bukan ? Jika hati tau, kenapa ia masih bersandiwara ? Apa karena aku belum menyadarinya dari dulu ? Yah.. mungkin kaulah sekarang. Ya.. kau ! Kau yang akan menjadi bintang dalam gelapnya duniaku. "Jangan pernah bermain main dengan Hati " _RUVEL.. *** tiga hal yang tidak disukai Arinda, yaitu : Omong kosong, dompet kosong dan hati kosong... ini cinta yang sangat rumit.. entahlah, siapa yang bisa mengerti ini. MAAF CERITA INI BISA MENYEBABKAN BAPER YANG BERLEBIHAN. JADI BUAT YANG TIDAK KUAT, jangan coba coba🤣🤣🤣🤣🤣 #17 cintalokasi
All Rights Reserved
#34
ceria
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shadow That Fades
  • ANGKASA [Sequel Sekasa] (COMPLETED)
  • Between Falling And love
  • Seperempat Aku dalam Dunianya
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • AKSA
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • DikaRanggi
  • My Perfect Happy Virus

Ada cinta yang tumbuh seperti doa, pelan namun penuh harap. Ada rindu yang menyelinap tanpa suara, hanya terasa di dada. Cinta ini bukan tentang memiliki. Tapi tentang dua hati yang saling tahu arah tapi tak pernah sampai tujuan. Tentang seorang perempuan yang jatuh cinta, bukan karena obsesi, tapi karena hati yang tak bisa membohongi dirinya sendiri. Aruna tahu ini tak akan mudah. Ia mencintai dalam diam, dan menyadari barangkali sejak awal, ia memang ditakdirkan bukan untuk dimiliki, melainkan untuk belajar melepaskan. Mereka bertemu bukan karena takdir yang manis, tapi karena semesta ingin mereka belajar: Tentang kehilangan, tentang pengorbanan, tentang bertahan, dan akhirnya... tentang merelakan. "Kalau kamu capek, berhenti ya... Tapi jangan berhenti jadi kamu yang selalu peduli." "Tenang, aku memang bukan tempat kamu pulang, tapi aku selalu jadi rumah kalau kamu butuh diam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines