GAMORA
  • WpView
    Reads 709
  • WpVote
    Votes 89
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 13, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Lagu ini cocoknya gue nyanyiin pas ngelamar lo nanti, Ra." "Ah masa?" "Lah iya, emang kenapa, lo gak mau dilamar sama gue?" "Ya maulah kan lo pacar gue. Gak mungkin gue ogah-ogahan di lamar sama lo." "Terus kenapa nada bicaranya kayak gak yakin?" "Ya kita kan gak tau ke depan nya gimana, Gam. Kalo kita gak jodoh, gimana?" "Jodoh gak jodoh kita harus tetap jodoh, Ra." "Tapi kalo takdir bilangnya enggak jodoh, kita harus apa?" "Gampang. Tinggal puter balik terus gue lawan takdirnya." "Katanya gak suka ngelawan takdir, kalo udah terjadi ya terjadi aja. Tapi kenapa sekarang malah beda lagi prinsip nya?" "Karena itu lo, Ra. Karena takdir yang mau gue perjuangin itu tentang lo. Lo mimpi dan kenangan terbaik yang gue punya. Lo udah terlalu dalam masuk ke hidup gue, lo satu-satunya orang yang berhasil jadi kunci penolong waktu gembok yang gue pasang di hati gue hampir berkarat, Ra." Sejujurnya, untuk saat ini tidak ada yang menjanjikan bahwa keadaan akan berjalan mulus. Baik-baik saja hanyalah kata penenang sesaat. Orang yang mengungkapkan kata itu biasanya sedang dipenuhi kegelisahan dan rasa takut namun berusaha untuk tetap tenang. Gama merasakannya, Aurora pun sama.
All Rights Reserved
#62
semesta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TROUBLE MAKER (OPEN PO)
  • That One Person, YOU
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Fake Nerd
  • LOVE in SILENCE
  • Fall And Love
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • Our Journey To Love

[Sudah Terbit. Open PO] Bagaimana pendapatmu, jika kamu mempunyai tetangga yang menyebalkan? Risih? Kesal? Geram? Jengah? Pasti semua itu benar adanya. Dan, seperti itulah perasaan Yura pada tetangganya. Ralat, bukan pada tetangga nya. Tapi, pada anak tetangganya. Dia adalah Kenan. Si cowok gila. Yang setiap tahun, setiap bulan, setiap minggu, setiap hari, setiap jam, setiap menit dan detiknya. Cowok itu selalu mengusili, menjahili, dan membuat tekanan darah Yura naik drastis. "Aku punya permanian . Kamu harus nyebutin kata pertama yang aku ucapin. Kalau kamu gak bisa, kamu harus jadi babu di rumah, kampus, dan dimanapun. Oke?" "Ck, oke!" "Aku mau?" "Aku." "Mau eskrim?" "Mau." "Pacaran dikuburan?" "Pacaran." "Sama-sama?" "Sama." "Kamu dan aku?" "Kamu." "Sekarang, gabungin semua kata depan itu." Yura menatapnya jengah, dan mulai menggabungkan seluruh kata depan yang tadi ia ucap. "Aku, mau, pacaran, sama, kamu!" Ujar Yura jengah. Kenan tertawa, "agresif banget sih, Mbak?" Sedetik kemudian, Yura menata kata depan itu lagi. Astaga! Apa-apaan ini! Ini penipuan! "Penipu, lo!" Tunjuk Yura. "Sini-sini peluk dulu, unchh..." So, apakah Yura akan benar-benar jadi pacar dari Kenan? Atau dia akan berusaha lagi untuk menolak Kenan? Start : 25th April 2020 Completed : 22nd June 2020 #3 in love (20th May 2020 ) #1 in Humor (20th May 2020 ) #1 in Teenfiction (20th May 2020 ) #1 in Remaja (20th May 2020 ) #4 in Romance (20th May 2020 )

More details
WpActionLinkContent Guidelines