I'M JUST A PSYCHOPATH

I'M JUST A PSYCHOPATH

  • WpView
    Reads 855
  • WpVote
    Votes 172
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 16, 2018
WpInfo
Fiction
Mystery
Amazing Cover by: Naylaparamita Akhirnya aku menemukan sebuah cara untuk mendapatkan kebahagiaan, yaitu dengan mengambilnya dari orang lain. Perlahan diriku mulai berubah, dan akhirnya aku tidak mengenali diriku sendiriku lagi. Aku perlahan membenci diriku sendiri yang tak menentu. Bertanya tanya, apakah aku adalah aku? Aku tidak tau siapa aku ini. Aku hanyalah korban sosial Aku hanyalah orang yang tidak merasakan kasih sayang Aku hanyalah orang yang terlalu lama berada dalam jurang yang gelap Bagi para reader yang ada phobia terhadap darah atau semacamnya author Melarang untuk membaca, tapi jika tetap ingin membaca bukan tanggung jawab Author
All Rights Reserved
#271
kekecewaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY DESTINY (COMPLETED)
  • authory?
  • I'm Psychopath (COMPLETED)
  • PENGALAMAN KU, KISAH DIA
  • Arabelle [END]
  • Possessive and Psycho Boyfriend [REPOST]
  • I Am Psychopath 2 : Am I Psychopath? [Complete]
  • REVENGE
  • VEXYOPATH
  • ✵TRANSMIGRASI WILLIAM✵✓

Kisah seorang gadis yang harus menerima kenyataan, bahwa dia adalah mate dari seorang Alpha kejam yang tidak ingin menerimanya _________________________________________ "Arrrrrggggghhhhhh" aku mendengar jeritan kencang gadis itu, aku melihat tubuhnya bersimbah darah karena perutnya tergores oleh kuku beracun Joseph yang sebenarnya di tujukan padaku. Tubuhku lemas seketika, aku ambruk di samping tubuhnya, kulihat matanya sayu namun masih terbuka. Aku menarik tubuhnya ke pangkuanku, tanpa sadar air mataku mengalir deras di pipiku. Jason mengerang kesakitan didalam kepalaku. "Tu-tuan tidak apa-apa? Tuan baik baik saja kan?" tanyanya lemah padaku sambil menyentuh pipiku menghapus air mata yang turun disitu. Tangannya terasa sangat dingin, darahnya terus keluar melalui perutnya yang terluka. Aku mengambil tangan mungilnya dari pipiku lalu mengecup telapaknya lama, air mataku tak mau berhenti menetes. "Mengapa kau mengkhawatirkanku disaat kau dalam keadaan seperti ini?" ucapku sambil terisak. "Tu-tuan kenapa menangis? Tuan kan membenciku? Aku tidak suka melihat tuan menangis, karena aku sssstttt aku me-mencintai tuan" ucapnya sambil menahan sakit, aku yang mendengar itu merasa tercabik cabik di dalam hatiku. 'Dia mencintaiku' aku senang mendengarnya namun..... "Aaaaarrrgggggghhhhhh" Ps : Maafkan author kalau cerita ini kurang menarik, dan terus beri kritik dan saran buat author biar kedepannya bisa membuat novel yang lebih bagus lagi, see you soon. Publish : Minggu, 26 Nov 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines