Reason Why

Reason Why

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 30, 2018
Kintani Humaira Sebelumnya, ia hanya siswi biasa, tidak pernah berurusan dengan masalah masalah khas anak SMA. Kegiatannya hanya membaca novel lokal di pojok kelas ditemani lagu lagu top billboard favoritnya. Kalau kau mengaggapnya gadis culun yang sangat tertutup? salah Dia memiliki beberapa teman, Ya hanya 'beberapa'. Dia bukan siswi terpandang karena prestasi segudang ataupun paras yang cantik. Sudah kubilang, ia biasa saja. Sebelum ia kenal dengan Keenan Junario H. Si lelaki dengan perangai keras, yang mempunyai tatapan setajam Elang. Tapi siapa sangka, lelaki yang bersifat seperti psikopat ini, mempunyai sisi lain, yang entah bagaimana jika kalian yang mengalaminya kalian akan kuat. And, Enjoy! -Koreksi kalian sangat amat dibutuhkan, Terimakasih.
All Rights Reserved
#102
keenan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KERTAS dan KANVAS
  • FATE
  • *〖Akhir dari Sebuah Harapan〗*
  • Self Injury
  • Hanan & Hanin {End}
  • Althea Clarabelzza
  • Story Stela
  • GARIS SUNYI YANG BERTAUT
  • Contritio

Pemuda dengan palet yang digenggamnya itu pernah membuatku percaya, bahwa mungkin, sesuatu sedang tumbuh di antara kami. Tapi hari itu, semua terasa menggantung. Tak ada jawaban, yang kutemukan hanya tatapan tanpa kepastian. "We haven't even started yet, Reen." Apa katanya? haha, ini lucu sekaligus menyedihkan. *** Eireen tak pernah benar-benar berniat membagikan kisah itu pada dunia. Ia menulisnya bukan untuk dikenal, melainkan untuk melepaskan. Sebuah cara diam-diam merawat luka yang tak sempat disembuhkan oleh waktu. Ketika buku itu kembali terbuka, bukan pembacanya yang masuk ke dalam cerita, melainkan dirinya sendiri. Ia terbenam dalam setiap kalimat, setiap bab, seolah diseret kembali ke masa lalu yang belum usai. Dan saat realitas mengetuk, garis antara fiksi dan kenyataan mulai kabur. Kisah yang ia kira telah usai, rupanya hanya sedang menunggu waktu yang tepat untuk benar-benar dimulai. *** All picture ©Pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines