Story cover for Reason Why by babylukeyy
Reason Why
  • WpView
    LECTURAS 73
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 2
  • WpView
    LECTURAS 73
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 2
Continúa, Has publicado jun 13, 2018
Kintani Humaira
Sebelumnya, ia hanya siswi biasa, tidak pernah berurusan dengan masalah masalah khas anak SMA.
Kegiatannya hanya membaca novel lokal di pojok kelas ditemani lagu lagu top billboard favoritnya.

Kalau kau mengaggapnya gadis culun yang sangat tertutup? salah
Dia memiliki beberapa teman, Ya hanya 'beberapa'.

Dia bukan siswi terpandang karena prestasi segudang ataupun paras yang cantik.
Sudah kubilang, ia biasa saja.

Sebelum ia kenal dengan Keenan Junario H.
Si lelaki dengan perangai keras, yang mempunyai tatapan setajam Elang.

Tapi siapa sangka, lelaki yang bersifat seperti psikopat ini, mempunyai sisi lain, yang entah bagaimana jika kalian yang mengalaminya kalian akan kuat.

And,
Enjoy!

-Koreksi kalian sangat amat dibutuhkan,
Terimakasih.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Reason Why a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#80keenan
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
KERTAS dan KANVAS cover
Senja dan Angkasa cover
Let Go cover
Story Stela cover
ELGA cover
FATE cover
Self Injury  cover
Althea Clarabelzza cover
Hanan & Hanin {End} cover

KERTAS dan KANVAS

6 partes Continúa

Pemuda dengan palet yang digenggamnya itu pernah membuatku percaya, bahwa mungkin, sesuatu sedang tumbuh di antara kami. Tapi hari itu, semua terasa menggantung. Tak ada jawaban, yang kutemukan hanya tatapan tanpa kepastian. "We haven't even started yet, Reen." Apa katanya? haha, ini lucu sekaligus menyedihkan. *** Eireen tak pernah benar-benar berniat membagikan kisah itu pada dunia. Ia menulisnya bukan untuk dikenal, melainkan untuk melepaskan. Sebuah cara diam-diam merawat luka yang tak sempat disembuhkan oleh waktu. Ketika buku itu kembali terbuka, bukan pembacanya yang masuk ke dalam cerita, melainkan dirinya sendiri. Ia terbenam dalam setiap kalimat, setiap bab, seolah diseret kembali ke masa lalu yang belum usai. Dan saat realitas mengetuk, garis antara fiksi dan kenyataan mulai kabur. Kisah yang ia kira telah usai, rupanya hanya sedang menunggu waktu yang tepat untuk benar-benar dimulai. *** All picture ©Pinterest