Sincerely
  • WpView
    Reads 446
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 1, 2018
✨UPDATE DIWAKTU SEMPAT🌈 Yang satu dingin, cuek, kasar. Yang satu childish, telmi, anak mama, polos. Tapi tingkahnya masyaallah gilanya macam cacing kepanasan. Kiamat dah jadinya kalo mereka ketemu. "Sejak ada lo dikehidupan gue, hidup gue ancur!"-Devano Al-Ghifari, cowok tampan yang tidak bisa lembut dihadapan Echa kecuali disaat darurat. Terbukti barusan, karena yang seharusnya ia akan katakan adalah, "Lo bikin hidup gue berubah dan berwarna, nggak flat kayak dulu walau sedikit ancur." "Kata mama Echa, sesuatu yang hancur masih bisa diperbaiki. Echa bantuin, deh!"-Nessya Amalia, cewek lugu yang sepertinya tidak bisa hidup tanpa kata-kata mamanya. Dan selalu membuat orang sekitar menyembelihnya hidup-hidup, apalagi vano. Namun, beribu-ribu ukiran senyum sudah tampak semenjak vano bertemu bocah itu-padahal sudah lama ia sembunyikan senyumnya yang manis. Semoga kalian suka ya sama ceritanya. Ini murni aku yang buat, jadi maaf kalo aneh atau ngga jelas soalnya aku masih pemula. Happy reading guys!💖 Jangan lupa vote dan commentnya, yaa🤗💖
All Rights Reserved
#79
childish
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • FIZYA
  • BarraKilla
  • NAYVAN [END]
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • Kanaya & Devano [END]
  • ON SIGHT (Completed)
  • Semua Tentang Kita

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines