Melodi Kehidupan

Melodi Kehidupan

  • WpView
    Reads 708
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 4, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Jangan Lupa Follow Dulu sebelum membaca Have fun Sore itu Maikel menikmati senja sendirian. Rambut cepaknya bergerak perlahan digoyangkan desiran angin yang lembut. Ditemani secangkir kopi hangat diatas meja kayu berukuran kecil. Kursi santainya ia mundurkan agar dapat bersandar. Pemuda berumur 17 tahun itu menutup matanya mendengarkan suara dedaunan yang bergesekan dari pepohonan dihalaman rumahnya. Ditempat lain Ella dikamarnya termenung memeluk kakinya yang mungil, air matanya membanjiri pipinya yang manis. Dilantai sudah banyak tisu yang bertebaran tak karuan. Hanya ada cahaya kecil yang masuk dari pinggir gordyn jendelanya. Ada kemarahan , kekecewaan dan kesedihan yang ada dipikirannya. Bagaimana dia bisa menjalankan hidupnya ucapnya dalam hati berulang-ulang. Follow dulu sebelum membaca karna beberapa partnya akan dipirvate. PS: Ini cerita pertama gue walau membosankan silakan dibaca follow ig: felix_sryn (kalo mao)
All Rights Reserved
#132
canda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KEPINCUT BRONDONG
  • second chance (completed)
  • AIDIT
  • Mengulang Waktu
  • ASTER [SELESAI)
  • Mungkin Suatu Hari Nanti
  • Hallo, Kak Diandra?
  • Here I'm Waiting For [You]~(END)
  • fortnight (completed)
  • PERFECT BOY [21+] END

18+ Peringatan! Cerita ini bisa membuat kamu cengar-cengir gajelas. Yang butuh bacaan ringan buat hiburan penghilang stres, kamu berada di tempat yang tepat. *Kepincut Brondong sinopsis: "Gue mau jadi pacar lo. Buat tiga bulan doang. Gimana?" Aku mencoba bernegosiasi. "Ha? Tiga bulan? Apaan tuh tiga bulan? Bentar amat? Kredit hape aja lima bulan, Kak." Ijun terheran. "Mau enggak? Kalo lo enggak mau ya udah. Mending lo ga usah jadi pacar gue. Jadi anak pungut gue aja!" kataku sembarangan. "Kesannya kita pacaran kayak main-main kalo kek gitu, Kak." "Ya emang main-main. Lo ngarep apa? Pacaran srius sama cewek yang empat taun lebih tua dari lo? Lo masih waras, kan?" "Tapi gue beneran suka sama lo, Kak." "Ga papa! Itu wajar. Selama lo suka sama cewek, itu artinya lo normal," tanggapku. "Tiga bulan yah?" Ijun nampak menimbang. Aku mengiyakan sambil tersenyum geli. Dalam hati aku menertawakan kegilaanku ini. "Setelah tiga bulan?" Ijun mulai tertarik. "Kita putus. Gue mau cari pacar baru, dan lo juga boleh cari pacar baru." "Kalo lo malah jatuh cinta sama gue?" tanya anak itu percaya diri. Buju buneeengg ... pede banget lo Ijuuunn ... aku tertawa saja. "Kalo gue jatuh cinta sama lo, lo harus bawa gue ke rumah sakit jiwa. Karna pasti gue udah enggak waras." ____ Pacaran sama bocah SMA? Oohh ... aku pasti sudah gila! Tapi anak itu tampan dan menggemaskan. Dan lebih dari itu, dia datang saat hatiku hancur lebur karna dihianati. Benar, Ijun datang mengisi kehampaanku. Tapi benarkah aku jatuh cinta pada Brondong yang usianya lebih muda empat tahun dariku? Yang benar saja!

More details
WpActionLinkContent Guidelines