Untuk Ayah

Untuk Ayah

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Sat, May 16, 2020
( S E L E S A I ) Alena, seorang gadis yang kehidupannya nyaris sempurna. Memiliki seorang Ayah yang sangat menyayanginya, Ibu yang selalu menyiapkan sarapan dan makan malam bersama, kakak perempuan yang populer dengan kecantikan dan kepintarannya, bahkan dirinya selalu mendapat juara 1 di setiap perlombaan cipta puisi. Tapi ternyata waktu terus berlalu, setiap manusia berubah seiring detik dan detak yang berbunyi. Usianya yang menginjak remaja di Sekolah Menengah Pertama, hari-harinya mulai dirasa sepi, hanya Ayahnya yang bersedia menemani dan mengerti. Selalu begitu, rata-rata memang anak perempuanlah yang paling dekat dengan sosok Ayah. Tapi bagaimana jika tuhan lebih menyayangi laki-laki yang selalu ada untuk gadis kecilnya? Bagaimana jika saat bahagia itu ada saat itu pula tuhan hentikan detaknya tapi detik terus berubah menit, jam, hari, dan begitu seterusnya? Cerita singkat ini ditulis untuk kita memaknai suatu peristiwa, menghargai waktu yang ada, berdiri di masa kini, serta sejenak menyingkirkan ketakutan masa lalu dan masa depan. Nikmati dengan secangkir teh dikala matahari terbenam, agar kamu tahu bagaimana senja sekejap lewat untuk sekadar memberi damai. Selamat membaca! Penulis Frisca Octavian
All Rights Reserved
#12
untukayah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • Tentang Rindu [Sudah Diterbitkan]
  • King Bullying [TELAH TERBIT]
  • Skaya & the Big Boss ✓
  • Rewrite My Heart 2 [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • Eliinaa
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]

[FOLLOW ME BEFORE READING.] Apa yang akan dilakukan saat waktu hampir habis? Waktu yang selama ini tidak pernah berhenti, tiba-tiba mengajak untuk menghabisi dunia. Kau pikir, semuanya akan baik-baik saja. Sampai saat yang paling lama kau baru boleh pergi. Tapi tiba-tiba, kau teringat tentang waktu yang selama ini telah kau habiskan. Lalu menyesalinya. Seolah-olah kau ingin memiliki lebih banyak waktu lagi. Menurutmu, apa semuanya masih bisa baik-baik saja? Gilang memikirkan hal yang sama setelah ia mendapat tugas untuk menjaga saudara angkatnya. Bukannya apa-apa, Gilang hanya tidak mau menghabiskan waktunya yang tidak seberapa untuk tugas menjaganya itu. Ia juga tidak mau menyerahkan waktunya bersama orang lain. Bahkan sedetik pun. Tapi siapa yang tahu, Gilang malah jatuh cinta pada saudara angkatnya. Mati-matian ia berusaha agar Adin tidak balas mencintainya. Dan sekarang, semua terserah pada Gilang. Karena waktunya tidak bisa menunggu. Setidaknya, sampai mati. [PLEASE, DON'T COPY MY STORY.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines