Stay On My Way

Stay On My Way

  • WpView
    Reads 2,473
  • WpVote
    Votes 116
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Jul 27, 2019
(Serial kedua dari Cinta, Sepak Bola dan Persahabatan) Berdasarkan kisah nyata penulis saat di bangku kuliah semester awal. Catatan remaja bernama Ahmed setelah lulus SMA. Ia mencoba menahan diri untuk tidak kembali ke jalan hidup seperti masa SMA, yang penuh dengan perkelahian dan permusuhan. Ia melanjutkan kuliah ke jurusan olahraga. Lingkungannya sangat keras dan dapat mengembalikan naluri petarungnya. Dari senioritas yang tinggi, dan teman-temannya yang memiliki sifat petarung. Perkelahian sudah dianggap biasa di lingkungan kuliahnya. Bila satu tersentuh, yang lain wajib membantu. Lingkungannya itu tentu membuat Ahmed kesulitan menahan diri. Hambatan dan tantangan terus ia dapatkan setiap harinya. Hingga akhirnya muncul pilihan sulit, antara memilih membantu teman atau bertahan pada pendirian. Status : Selesai
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear of Natasya
  • Broken ?
  • We Are One
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • Teorema Romantika (End)
  • KEVIN
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Air Mata Elara
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)

"Aku tersenyum bukan karena bahagia, tapi karena aku tak ingin kalian melihat aku runtuh." - Natasya Kirana Maharani Natasya Kirana Maharani, seorang gadis 14 tahun yang tampak ceria di luar, menyimpan lautan luka di dalam dirinya. Ia hidup di antara ketiadaan kasih sayang keluarga, dikhianati oleh satu-satunya cinta yang ia percayai, dan terjebak dalam gelapnya lorong kesehatan mental yang terus menghantuinya. Meski dunia seperti runtuh, Natasya masih bisa tersenyum. Ia mendirikan komunitas kecil di sekolah bernama Langit yang Menangis Diam-Diam, tempat di mana anak-anak lain yang juga terluka bisa menuliskan isi hati mereka tanpa takut dihakimi. Komunitas itu menjadi suara bagi mereka yang sunyi, menjadi bahu bagi mereka yang diam-diam ingin menyerah. Namun, tidak semua orang menyukai kejujuran. Komunitas itu mendapat serangan, hujatan, bahkan dihancurkan. Sahabat menjauh, pacar memilih diam, dan luka-luka lama kembali terbuka. Natasya terus bertahan. Ia terus menulis. Terus meyakinkan orang lain bahwa mereka layak hidup, meski hatinya sendiri sudah lama remuk. Hingga pada suatu malam, ketika tak ada lagi pelukan yang cukup hangat, ketika suara-suara di kepalanya terlalu bising, dan ketika senyumnya tak lagi mampu menahan air mata... Natasya memutuskan untuk meninggalkan dunia yang tak pernah benar-benar menerima keberadaannya. Ia meninggalkan surat terakhir di ruang komunitas yang dulu ia bangun: "Aku lelah menjadi kuat. Tapi aku ingin kalian tahu: kalian layak hidup, bahkan saat aku memilih berhenti." ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines