ORIGINAL SIN #2 TSLOE

ORIGINAL SIN #2 TSLOE

  • WpView
    Reads 811
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 6, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Andressa Godbertson, wanita bermata biru terang yang hangat. Mengalami dimana keadaan dirinya harus mewujudkan ucapan suatu permainan yang diucapkan didepan teman-temanya yang sudah memiliki kekasih. 'Memiliki pendonor sperma untuk membuat anak' dimana harus dilakukan awal tahun baru akibat sahabatnya yang mendesak. Dia merasa terjebak atas ucapan serapah yang pernah di umbarkan saat masih mengalami fase emosional yang tinggi dan labil. Hingga dia bertemu dengan pria tampan dari kota, Jean Gillum. Pria tampan dengan tubuh berwarna perunggu, mata abu-abu yang menggoda, bentuk V yang begitu menggairhakan, serta tato 'Angel' pada lengan kanan. Awalnya memang Andressa menolak karena dirinya tidak ingin terjerat dalam situasi apapun bersama Jean namun pertemuan mereka mengalahkan keegoisan tubuhnya. Sekarang dia harus menjalani itu semua, menjalani keseharian dengan kebingungan, gairah, nafsu, dan... perasaan aneh. Andressa sadar, semakin dirinya terobsessi untuk cepat memiliki anak justru disana lah dia bertaruh pada perasaan yang semakin berbeda untuk Jean.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Broken Lady [completed]
  • Let Me In (OPEN PO)
  • Hutang Dibayar Ranjang (21+)
  • Secrets and Agreements
  • Here & After
  • IBU ASI BABY ZEEAN
  •  MY WIFE IS MY NURSE
  • My Teacher My Princess [End]

Seorang wanita yang menganggap dunia adalah melodi yang belum selesai, terjebak dalam kehidupan yang jauh dari harmoninya. Dikenal dengan kelembutan hati dan cintanya pada seni, ia hidup dalam bayang-bayang janji yang tak pernah ditepati. Ketika takdir mengarahkan langkahnya ke seorang pria yang jauh lebih tertutup daripada yang dibayangkannya, ia berharap pernikahannya akan menjadi pelabuhan yang penuh kedamaian. Namun, harapan itu perlahan terkikis. Dua tahun berlalu tanpa perubahan, pernikahan mereka tetap hampa meski dia terus berjuang membuka pintu hati yang tertutup rapat. Ketika kenyataan pahit muncul, ia menyadari bahwa semua usahanya sia-sia. Pria itu telah menemukan tempat lain untuk hatinya, seorang wanita yang pernah menjadi bagian dari janji yang tak pernah terlaksana. Ketika sebuah kabar mengguncang, dan kehidupan baru tumbuh di dalam dirinya, ia dihadapkan pada pilihan yang tak terelakkan. Keinginan untuk memperjuangkan cinta yang telah lama hilang atau memilih untuk mundur dan memulai babak baru. Dalam sembilan bulan yang penuh harapan dan keraguan, ia bertekad untuk bertahan, berjuang meskipun dunia tampak menolaknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines