Tersesat di Zaman Majapahit

Tersesat di Zaman Majapahit

  • WpView
    LETTURE 32,039
  • WpVote
    Voti 1,161
  • WpPart
    Parti 13
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione lun, giu 25, 2018
WpInfo
Narrativa
Azione e Thriller
Setelah perjananan semalaman menempuh dari kota Pekalongan menuju kota Malang, akhirnya ku langkahkan kaki turun dari kereta api, ini langkah pertamaku menginjakkan kaki di kota Malang. Dan buat teman-temanku yang lain ini juga kali pertamanya menginjakan kaki di kota yang terkenal apelnya ini, kecuali Heru yang sudah terbiasa bertualang ke Jawa Timur dan dia juga termasuk petualang senior. Kami berempat, Antok, Adit, Heru dan saya sendiri Ferdi. Berencana melakukan pendakian gunung Penanggungan. "ya Tuhan,,, bener-bener luar biasa indah pemandangan ini" ujarku dalam hati. Setelah perizinan selesai, kamipun bergegas mendaki menyusuri jalan setapak yang cukup lebar. Pendakian ke puncak dibutuhkan waktu yang tidak begitu lama, sekitar 5 jam pendakian santai. Setapak demi setapak kakiku melangkah, banyak candi-candi peninggalan masa lampau berserakan disepanjang jalur pendakian. "Wah, berarti disini dulu termasuk tempat suci untuk pemujaan nih, jadi kebayang kalau aku hidup di jaman itu, seru kali yaa..." celotehku pada teman-teman. "Huuussstt...!!! Hati2 kalo ngomong lu Fer...!!!" Saut si Antok ketakutan, karena disini Antok personel paling muda dan paling penakut. *** Jadi nih ceritanya mereka itu pada mau mendaki gunung Penanggungan, trus saat disana tiba tiba mereka bisa ada di zaman kerajaan 😱. Gimana nih pada penasaran gak? Lanjut baca ya guys. Slamat membaca😊 DON'T COPY MY STORY
Tutti i diritti riservati
#37
kuno
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Lain Dunia (Tamat)
  • Arkanthia: Bayang-Bayang di Menara Aetherion
  • ALVINO • HIATUS
  • Lembah Arunika
  • Nightfall
  • My Duchess / End
  • Pendakian Berujung Maut
  • Batavia 1920
  • The Essence Of The World : Thunderstorm (Book 1)

Membuka mata perlahan. Potongan-potongan ingatan bagai berkumpul melengkapi puzzle mengerikan tentang peristiwa kecelakaan yang kami alami tadi malam. Mobil menghantam pembatas jalan dan sepertinya terperosok ke semacam jurang hingga terhenti karena menabrak pohon besar di hadapanku saat ini. Tunggu... Ke mana semua orang? Kenapa hanya aku yang masih di dalam mobil? Berjalan mengikuti insting. Bukannya keluar hutan, aku sepertinya malah masuk makin dalam ke hutan. Langkahku terhenti kala netraku terpaku pada pemandangan di depanku. Mengerjabkan mata berkali-kali, benar... ini benar dan bukan halusinasi sepertinya. TAPI BAGAIMANA MUNGKIN ADA ISTANA DALAM HUTAN??? Muncul pula seorang pria berambut putih mengenakan pakaian tradisional khas Sunda. Bukan kakek-kakek karena dia masih muda. Masalahnya, orang ini punya warna mata yang tidak biasa. Iris matanya berwarna hitam dan ukurannya lebih kecil dari ukuran iris manusia normal, sedangkan dasar matanya yang berwarna hijau kebiruan. "Si-siapa kau?" Pemuda aneh yang sayangnya tampan itu malah menyeringai memandangku lalu bertanya, "Kenapa suaramu bergetar?" Bergerak mundur perlahan "Kau ini apa?" "Hahaha..." tawanya membahana. "APA? bukan SIAPA? Hahaha..." Aku waspada sekaligus takut. Demi Tuhan, aku yakin bahwa dia... DIA BUKAN MANUSIA!!! ---------------------------------------------------------- PERINGATAN : JANGAN MEMPERCAYAI SEMUA YANG ANDA BACA!!! Sebagian besar hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama, tempat, tokoh ataupun kisah segalanya murni hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan apalagi untuk mendiskreditkan pihak manapun. * Indonesia Fiksi Fantasi *

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti