Mungkinkah Ia Jodohku?

Mungkinkah Ia Jodohku?

  • WpView
    Reads 3,539
  • WpVote
    Votes 95
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 6, 2019
WpInfo
Fiction
Social Themes
Farrah, gadis belia yang cerdas. Disaat remaja seusianya berpacaran, ia lebih memilih menjaga diri. Ia menjaga hatinya agar tak jatuh hati, pada seorang pun. Namun, pendirian yang dibuatnya itu goyah sejak ia bertemu dengan kakak kelasnya yang notabene mencakup tipe ideal Farrah. Mungkinkah Adnan dan Farrah berjodoh? Apakah pertemuan mereka dipersatukan? Atau hanya diukir sebagai kenangan?
All Rights Reserved
#25
imam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Untuk Laut
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • Love Does'nt Look At Difference
  • Rindu yang Tak Berujung (Selesai)
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]
  • TAKDIR YANG TAK TERDUGA [TERBIT]
  • Ana Uhibbuka Fillah(Imam Pilihan Abi) [TAHAP REVISI]
  • CAHAYA AL-GHIFARI [NIKAH TAPI MONDOK][TAMAT]
  • FIRA (Revisi)

Maura Elvaretta Zahira, gadis ceria berambut panjang yang selalu tampak bersinar di mata orang-orang. Di balik senyumnya, ia menyimpan luka masa kecil yang belum sembuh-kehilangan ayah yang ia cintai dan ibunya yang menikah kembali. Meski rapuh di dalam, Maura tumbuh menjadi pribadi yang ambisius dan pekerja keras. Ia ceroboh, sering gegabah, dan tak jarang memainkan rasa percaya dirinya untuk menutupi ketakutan yang tak pernah ia akui. Lalu ada Mahzan Rafiq Al Muaffaq-siswa kelas dua SMA yang dikenal pendiam, dan tenang. Putra pemilik pesantren dan seorang dokter ini tumbuh dalam nilai-nilai agama yang kuat. Ia merupakan murid kebanggaan guru. Mereka dipertemukan di SMA. Dalam riuhnya masa remaja, Maura jatuh hati lebih dulu. Ia tak menunggu waktu terlalu lama untuk mengungkapkan perasaannya. Tapi Mahzan menolak-bukan karena tak ada rasa, melainkan karena ia tahu, cinta tak cukup hanya dengan saling suka. "Aku bukan tak ingin, Maura. Tapi kita punya Tuhan yang mengatur waktu. Dan saat ini, belum waktunya kita jadi satu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines