NORA
  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 23, 2018
dibalik seyum itu ada air mata dibalik tawa itu ada jeritan diantara kesempurnaan itu hanya ada sosok rapuh yang sedang mengambil peranan-nya terbelenggu, tenggelam, hayut pada kelam. terjun bebas kedalam kesakitan tak berujung, masa lalu menyeretnya dalam luka terdalam. takdir tak akan pernah berpihak pada kaum lemah sepertinya. bahkan tak ada tempat lagi untuknya di dunia ini. menyalahkan takdir percuma, mencela nasib tak ada gunanya. sekarang hanya bisa berlindung dibalik tameng tak kasat mata. sampai setitik cahaya, sedikit demi sedikit menerangi ruangan gelap itu. menariknya dari masa lalu kelam terkutuk itu. memaksanya keluar dari tameng yang selama ini menjadi pelindung dari dunianya yang kejam. dan Nora tau serceca cahaya itu adalah Bintang Mahesa. -------------------------------- "you never know what i felt, you just know my cover. Only this, not more! " Nora calista
All Rights Reserved
#132
star
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pal In Love
  • Aderaga [ON GOING]
  • BEDA DUNIA
  • I Hate Rain
  • Been You
  • Chaos Chemistry
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Me,You and the story we went through.
  • Aku Takut Dicintai

[TELAH TERBIT] "Selalu ada luka, diantara persahabatan dan cinta." ÷×+-=Pal in Love=-+×÷ Masuk kelas unggulan di sekolah barunya jelas bukanlah hal yang diharapkan oleh seorang Kia-siswi dari kelas reguler sebelumnya. Kia sendiri malah lebih suka menyebut keputusan kepala sekolah yang notabene sahabat papanya itu sebagai musibah. Tentu saja Kia cukup sadar kalau dirinya hanyalah tipe murid kurang rajin belajar dan masih suka menghabiskan waktu untuk main piano tales di ponsel. Lalu, harus punya teman sekelas bermuka tembok dan bermulut menyebalkan seperti Andra adalah musibah tambahannya. Kesan pertama yang buruk di awal membuat Kia dan Andra selalu saja tidak bisa akur satu sama lain. Adu mulut dan saling lempar pelototan adalah cara yang mereka pilih untuk berkomunikasi. Di setiap kali pertemuan, pasti ada pertengkaran. Tapi hari-hari terus berlanjut. Berbagai cerita datang satu per satu diantara Kia dan Andra. Dan semua itu mulai menjebak mereka dalam alur dengan cinta dan persahabatan sebagai konfliknya...

More details
WpActionLinkContent Guidelines