NORA
  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 23, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
dibalik seyum itu ada air mata dibalik tawa itu ada jeritan diantara kesempurnaan itu hanya ada sosok rapuh yang sedang mengambil peranan-nya terbelenggu, tenggelam, hayut pada kelam. terjun bebas kedalam kesakitan tak berujung, masa lalu menyeretnya dalam luka terdalam. takdir tak akan pernah berpihak pada kaum lemah sepertinya. bahkan tak ada tempat lagi untuknya di dunia ini. menyalahkan takdir percuma, mencela nasib tak ada gunanya. sekarang hanya bisa berlindung dibalik tameng tak kasat mata. sampai setitik cahaya, sedikit demi sedikit menerangi ruangan gelap itu. menariknya dari masa lalu kelam terkutuk itu. memaksanya keluar dari tameng yang selama ini menjadi pelindung dari dunianya yang kejam. dan Nora tau serceca cahaya itu adalah Bintang Mahesa. -------------------------------- "you never know what i felt, you just know my cover. Only this, not more! " Nora calista
All Rights Reserved
#169
newstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Hate Rain
  • Been You
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Chaos Chemistry
  • STELLA (On Going)
  • Me,You and the story we went through.
  • Hy Enemy! I MISS YOU. [LENGKAP]
  • CLOSER
  • Aderaga [ON GOING]
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)

[ #1 in Rain, 01-09-2018 ] [ #20 in Teen Lit, 11-09-2018 ] [ #51 in Teen Fiction, 11-09-2018 ] Di saat aku membenci hujan, dia datang. Dia datang dengan segala intuisinya tentang hujan. Dia datang dengan segala kecintaannya dengan hujan. Aku jatuh cinta padanya. Sama seperti aku mencintai hujan karenanya. Tapi di hari itu, ia menghilang. Aromanya tak tercium lagi. Jejaknya sudah tak nampak lagi. Syahdunya tak terasa lagi. Ia pergi sebelum aku benar-benar memilikinya. Ia pergi sebelum aku benar-benar mempercayainya. Ia pergi meninggalkan rasa dan juga tanda tanya. Dan, di mana tepat pada 228 hari aku mengenalnya, aku baru mengerti semuanya. Tentang beberapa hal yang sengaja dia sembunyikan, dan juga tentang kenapa dia menyembunyikannya. Saat itu, aku merasakan kehadirannya. *** "Tentang seberapa pentingnya menutup rapat lembaran lama, tatkala lembaran baru mulai terbuka." -Syachwaldan Rizky

More details
WpActionLinkContent Guidelines