Salleta

Salleta

  • WpView
    Reads 1,701
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadComplete Tue, Jul 15, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Salleta Clarissa Herlang. Perempuan cantik dengan mata hazel yang indah, alis yang tebal, bulu mata yang lentik natural, pipi berisi yang menggemaskan dan rambut hitam lebat bersinar sebahu dengan badan yang semampai dan kulit putih bersih. Dia sungguh menjadi seorang gadis yang memberikan aura kenyamanan bagi setiap orang. Kisahnya berawal ketika dia harus melepas seseorang dengan keterpaksaan yang menyakitkan, dan berusaha untuk mengobati luka dengan caranya sendiri. Dari waktu yang terus berjalan, entah karena berlalu begitu cepat atau memang dirinya yg begitu tidak menyadari dan akhirnya mereka di pertemukan kembali meski terlebih dahulu dirasakan sakitnya tanpa 'dia'. "I need my girlfriend?" ⚠️ Mengandung kata-kata kasar. ⚠️ Terdapat adegan kekerasan. ⚠️ Untuk usia 17 tahun keatas. diawali pada tahun 2020.
All Rights Reserved
#914
smart
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANANTA [COMPLETED]
  • MIKHAYLA (HIATUS)
  • Cuma Teman [TERBIT]
  • Stay
  • Crazy Girl (Hiatus)
  • GITA OLIVIA [END]✅
  • Story Stela
  • Hold Back Tears [END]
  • Bad Attitude
  • SELF LOVE

[FOLLOW AUTHOR,SEBELUM MEMBACA SEBAGAI BENTUK SUPORT KALIAN UNTUK PENULIS DAN CERITA INI] (BELUM REVISI) "Aku sayang kamu tanpa alasan,mencintai kamu adalah keputusan,di cintai oleh mu adalah kebahagiaan.aku tau kamu selalu berusaha buat aku nan,walau banyak luka yang aku dapat,aku gak pernah menyesal,ananta."- Aquenna Adilan Sabil. "Maaf selalu buat lo sakit,quen. Gue emang cowok brengsek yang udah lancang masuk ke kehidupan lo. Tapi demi tuhan aku gak bisa hidup tanpa kamu,Aquenna."- Ananta. ≈≈≈≈≈≈♥≈≈≈≈≈≈≈ Mungkin memang pergi adalah jalan terbaik untuk melupakan,namun jika masih ada kesempatan yang datang,kenapa harus di lewatkan?. Hidup tak se munafik itu untuk mengingkari diri sendiri. Bila ada jalan lurus untuk kembali, kenapa harus memilih yang berkelok untuk lanjut?. Namun pada dasarnya cinta akan kembali menuju jalan takdirnya,dan pada hakikatnya pergi hanyalah jalan terakhir bila tak ada jalan lain.

More details
WpActionLinkContent Guidelines