Hurt∅
  • WpView
    Leituras 1,352
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, abr 22, 2014
Bisakah aku terpandang dimatamu? Aku tau, Aku hanyalah gadis kecil yang hidup di Panti Asuhan yang akhirnya bertemu denganmu. Aku mencintaimu lebih dari kaka. Aku mengerti ini adalah hal terbodoh yang kulakukan ketika aku dengan patuh menuruti apa yang kau inginkan. sampai akhirnya tubuh suciku mampu kau ambil dengan penyiksaan yang mampu membuatku trauma. Harry, kumohon pandang aku!! —Gie Forward Maafkan aku Gee, aku mengerti bahwa kau mencintaiku. namun, Shay masih membutuhkanku. kau tau dia cacat!! bisakah kau mengerti dan coba untuk menghindar dariku sesaat. Aku bahkan tak sadar jika aku menyakitimu dengan libidoku yang cepat naik ketika melihat tubuh mungil dan berisimu. Maafkan aku, namun nanti ada saatnya kita bahagia sayang. Namun nanti!! —Harry Styles WARNING!! Adult Story!! please, kalo ga suka ga usah baca ;) 18± Typos everywere!! —Miiaxx♥
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • You're Here, But Not For Me
  • ASYHILA(COMPLETED)
  • Adopted by One Direction
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • You're Not Alone
  • TEXTING [Completed]
  • Unrequited Feelings
  • Alzheimer Disease
  • T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo