His touch, Her desire

His touch, Her desire

  • WpView
    Reads 519,219
  • WpVote
    Votes 19,807
  • WpPart
    Parts 44
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 12, 2025
21+ Jarak usia yang cukup jauh membuat Dimas tak pernah menganggap Petra sebagai lebih dari sekadar kenangan masa kecil. Namun, ketika mereka bertemu kembali, waktu telah mengubah segalanya. Petra tumbuh menjadi gadis yang berhasil meruntuhkan pertahanannya. Bahkan, pada pertemuan pertama mereka, Dimas kehilangan kendali, dia menyeret Petra ke dalam sebuah ciuman yang melanggar semua batasan. Dimas benar-benar tenggelam dalam pesona gadis berusia 19 tahun itu. Hingga keadaan memaksa mereka untuk menikah. Dimas, yang kini terikat dengan Petra, tak segan menunjukkan sisi lain dari dirinya, sisi yang penuh gairah dan berbahaya, yang membuat Petra harus berhadapan dengan perasaan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prenuptial Agreement
  • YS [1] // Maps (M)
  • The Crazy Wedding
  • Setelah Menikah
  • Marriage in Silence [COMPLETED]
  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
  • DisAddict [TAMAT]
  • Eccedentesiast
  • Shadows of Love

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines