His touch, Her desire

His touch, Her desire

  • WpView
    LECTURAS 519,220
  • WpVote
    Votos 19,807
  • WpPart
    Partes 44
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, may 12, 2025
21+ Jarak usia yang cukup jauh membuat Dimas tak pernah menganggap Petra sebagai lebih dari sekadar kenangan masa kecil. Namun, ketika mereka bertemu kembali, waktu telah mengubah segalanya. Petra tumbuh menjadi gadis yang berhasil meruntuhkan pertahanannya. Bahkan, pada pertemuan pertama mereka, Dimas kehilangan kendali, dia menyeret Petra ke dalam sebuah ciuman yang melanggar semua batasan. Dimas benar-benar tenggelam dalam pesona gadis berusia 19 tahun itu. Hingga keadaan memaksa mereka untuk menikah. Dimas, yang kini terikat dengan Petra, tak segan menunjukkan sisi lain dari dirinya, sisi yang penuh gairah dan berbahaya, yang membuat Petra harus berhadapan dengan perasaan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Shadows of Love
  • DisAddict [TAMAT]
  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
  • Eccedentesiast
  • Setelah Menikah
  • The Crazy Wedding
  • Marriage in Silence [COMPLETED]
  • YS [1] // Maps (M)
  • Prenuptial Agreement

Ketika kalian mendengar kata "pernikahan", apa yang terlintas dalam benak kalian? Kehidupan yang penuh cinta? Dua insan yang menyatu dalam harmoni? Atau barangkali, cinta sejati yang abadi? Namun, bagaimana jika kenyataannya berbeda? "Mari kita bercerai." Suara itu terdengar tegas, namun ada jejak kelelahan di dalamnya. "Bercerai?" Tanya itu meluncur, disertai kebingungan yang terpancar dari matanya. "Ya. Sudah cukup. Empat tahun kita hidup dalam kebersamaan yang terasa begitu asing." "Tidak." Jawaban itu datang dengan ketegasan yang tak terduga. "Kalau begitu, apa yang kau inginkan dariku?" Tanya itu nyaris seperti sebuah tantangan, dilontarkan dengan nada frustrasi. "Aku hanya pengantin pengganti... Kau tahu itu sejak awal. Tidak ada cinta, hanya kewajiban." Matanya bergetar, mencoba menahan emosi yang hampir tumpah. Pria itu menatapnya tajam, bibirnya menipis seolah sedang menahan sesuatu.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido