Perihal Rasa
  • WpView
    Reads 88
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 21, 2018
Menjadi paham, mana yang perlu diperjuangkan, mana yang perlu dilepaskan. Adalah salah satu hal yang bijak. Kita harus cukup tahu, tak mungkin kita bisa menolong orang lain, jika tak menolong diri kita sendiri terlebih dahulu. Karena kita akan mencelakakan lebih banyak orang. Satu terluka lebih baik daripada banyak terluka. Tapi mengorbankan diri yang terluka, kadang menjadi pilihan bijak, agar kita tidak jadi yang melukai. (Egosentris : 191) . . Terima kasih,telah membaca petikan tulisanku untuk dia yang tak pernah membaca tulisanku ini❤
All Rights Reserved
#273
cry
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • Lubang Dalam Hati
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Paradise
  •  I Love You, Goodbye.
  • After he left
  • BINA
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • TAK BERSAMBUT
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines