In the Maze

In the Maze

  • WpView
    Leituras 424,390
  • WpVote
    Votos 3,303
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, dez 23, 2023
[18+] Isak tangisku teredam suara gemuruh hujan yang memekakan telinga dari luar apartment. Berulang kali aku berusaha melepaskan sentuhan pria berengsek ini dari tubuhku. Memukulnya, mendorongnya, meracau dari dekapannya-tapi semuanya sia-sia saja. Dia membungkamku dengan bibirnya, mengikat tanganku di sisi ranjang dengan dasinya dan membengkapku tanpa memberikan sedikitpun cela untuk melepaskan diri. Dia menyeringai dalam ciuman yang dia paksa padaku. Lalu satu sentakan kasar membuat rasa nyeri menjalar dari selangkanganku. Aku memekik. Air mataku mengalir deras tanpa bisa aku cegah. "Hentikan." Aku memohon. Mata kelamnya menatapku lekat, dengan senyum sinis, dia mencoba untuk meluluh lantakan akal sehatku. "T-tolong lepaskan aku." Tenagaku mulai habis melawan pria yang lepas kendali ini. "Sayangnya, sayang.." dia berbisik di salah satu telingaku. Menunduk, mengehembuskan nafas beratnya di cekungan leherku lalu menyesapnya dan memberikan tanda kepemilikannya yang sangat aku benci. "Kau tidak akan bisa secepat itu lepas dariku." Bibirnya kembali terangkat, dia mengusap pipiku dengan salah satu jarinya hingga menuruni rahang ku. "Kau miliku." Suaraku tercekat. Dia meremas rahangku keras, membuatku mendongak tinggi tepat di hadapannya. "Dan tidak akan ku biarkan satu orang pun menyentuh miliku!" Pertahananku runtuh seketika. Dia kembali bergerak, merusak kendali diriku. Meremukkan pikiran jernihku dengan erangan halus yang membuatku tidak bisa memikirkan apapun lagi. Siapa dia kali ini? Suatu waktu meski dia tidak peduli padaku, dia sangat lembut dan pengertian. Di waktu lain dia tidak mengenalku, namun saat ini dia begitu mendominasi dan emosional seolah tidak bisa melepaskanku, dan mengalah pada dirinya yang lain karena terus membiarkanku jauh dari jangkauan tangannya. Ares? Altair? Matias... Jevera mana yang sebenarnya sedang ku hadapi? - ©️ 2018, NAMBYULL.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • WIN-LOSE SOLUTION ✔
  • My Partner in Everything
  • SUAMIKU BACK TO NORMAL [Completed]
  • QUEEN RERE [END]
  • Remember?
  • JEBAKAN CEO NAKAL (21+)
  • [COMPLETED] 7 Days
  • Chance Of Love | 2 ✔
  • Semu [Completed]

May contain some mature scenes (Tamat) Hidup Nicholaa Antonetta Djatmika benar benar sudah berada di ujung tanduk. Masa depannya kini suram semenjak ia di drop out dari universitasnya. Ia menutup rapat rapat hal itu, sebab keluarganya tidak akan senang menerima kenyataan tersebut. Dengan masa lalu yang suram, begitu juga masa depan yang tidak ada harapan, Nicholaa bertemu dengan seorang pria yang ia anggap sebagai keselamatannya. Atau mungkin sebaliknya... Pieter Alexandra Natadikusuma adalah pria pikun di umurnya yang masih 30an. Sebagai bos, sikap banyak maunya membuat hanya segelintir orang yang mampu bertahan di sekitarnya. Kemudian ia bertemu seorang wanita yang nasibnya diujung tanduk. Wanita itu terlihat mudah dikendalikan apalagi, nasibnya yang sudah tidak tertolong lagi, membuatnya tidak memiliki banyak pilihan. Atau mungkin memang hanya kelihatannya saja... *** "Dengar, Anton, kamu nggak boleh resign sampai saya yang suruh," ucap Pieter dengan nada tegas. Nicholaa mengeryitkan kening keberatan sekaligus bingung. "Kamu tadi bilang sa-" "Apa saya pernah bilang kamu boleh membantah?" Aura Pieter semakin pekat saja hingga membuat Nicholaa khawatir ia akan dijadikan korban persembahan malam itu. Menentang Pieter dalam kondisi seperti ini sama sekali bukan opsi yang bagus. "Ng-nggak," jawab Nicholaa sambil menundukkan kepala. "Tatap mata saya kalau sedang berbicara." Refleks Nicholaa menaikkan kepalanya perlahan dan menatap mata Pieter yang dingin dan tidak bersahabat sama sekali. Nicholaa merasa tenggorokannya kering karena tatapan itu. Tubuhnya menegang waspada karena aura Pieter yang begitu mendominasi. Pria itu seperti akan memakannya bulat bulat sekarang hanya dengan tatapan tajamnya dan aura tidak bersahabatnya. "Saya membenci kamu, Anton." ucap Pieter pelan lalu menarik tengkuk Nicholaa dan mencium bibir wanita itu dengan frustasi. All rights reserved 2018 ***

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo