Mr. WHITE?

Mr. WHITE?

  • WpView
    Reads 35,823
  • WpVote
    Votes 2,259
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 17, 2020
Leana memilih menjauh dari keluarganya. Keluarga yang sudah begitu berantakan baginya. Kematian ibunya yang kemudian disusul kembarannya adalah alasan yang mendasari kebenciannya. Namun ditengah aksinya ia harus dibuat pusing dengan tingkah pengusaha muda yang tiba-tiba datang dan masuk tanpa permisi dikehidupannya membuat ia harus memutar otak. Belum lagi ia kelimpungan dengan sifat bossy pria itu yang membuat dirinya semakin tidak mengerti. "Untuk apa kau mengurusiku disaat kau sudah punya kekasih Sir?" "Well, karena aku sudah memutuskan untuk mengurusimu" "Aku tidak suka kau mencampuri urusanku. Jadi menjauh dariku!" "Well, aku sudah memutuskan untuk mendekatimu" "Are you crazy?" "Well, aku sudah memutuskan...akan membuatmu tergila-gila padaku, women" Pria itu meninggalkan Lea sembari tersenyum tipis.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Brothers
  • Fake Nerd (TAMAT)
  • I'm For You, Mr. Russell
  • I Promise [Completed]
  • Only You [Slow Update]
  • Sorry, Cause I love you  (revisi)
  • And That Moment || TELAH TERBIT
  • Lena The Troublemaker
  • #2 Only You (Complete)
Brothers

"Kay! Pikirin lagi deh ide gila lo ini! Masa gue sama Ray harus pake seragam begituan. Lo sih enak masih pakai seragam Ray. Gue dan Ray gimana?" Aku dan kedua saudara kembarku sedang berdiskusi di kamarku. Ini pernah dilakukan seminggu yang lalu saat Kay mengatakan ide gilanya kepadaku dan Ray. "Gak bisa Fay! Kan udah kesepakatan." Kay itu keras kepala. Mungkin karena merasa lahir lebih dulu, jadi dia selalu ingin menang sendiri. "Tapi kan lo bisa tukeran sama Ray tanpa harus melibatkan gue Kay!" aku protes sedangkan Ray diam saja. Dia benar-benar lamban. Sampai-sampai perempuan yang mendekatinya saja dia tidak menyadarinya. Itu karena kelambanan otak berpikirnya. "Gak bisa Fay sayoong! Ray itu gak bisa basket. Dia itu atlet renang. Jadi selama dia sekolah di tempat gue nanti, dia bakalan kalah terus kalau tanding sama yang lain. Bisa-bisa reputasi gue hancur gara-gara permainan basketnya yang parah." Aku tahu Ray memang tidak suka berlari, karena itu dia tidak suka bermain basket denganku dan Kay. Kalau kita bertiga sedang bermain bersama, Ray lebih memilih menonton aku dan Kay yang sibuk mencuri bola drible. "Lagipula kesepakatan terakhir itu mutlak setelah kita mengundinya. Jadi ini gak bisa diganggu gugat lagi. Besok kita mulai penyamaran. Gue jadi Ray, lo Fay jadi gue, dan Ray jadi lo Fay." Kay sudah memulai sikap otoriternya. Kalau sudah begini, aku dan Ray hanya bisa pasrah. Semoga Ayah dan Bunda tidak menyadarinya. Ayah mungkin tidak akan menyadarinya tapi Bunda sepertinya harus diwaspadai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines