Muara Segala Rasa

Muara Segala Rasa

  • WpView
    Membaca 121
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadLengkap Min, Jun 17, 2018
WpInfo
Non-fiksi
Dua tahun lalu, aku kira hatiku sudah matap berlabuh pada Arifin, yang kemudian tidak lengkap rasanya bila tidak kusebut namanya dengan sebutan Si Bangsat Arifin. Namun ternyata aku cuma menjadi khilafnya saja ketika ia sadar cintanya bukan untukku. Padahal sudah siap kutinggalkan mimpi-mimpiku di Den Haag demi menjadi istri Si Bangsat Arifin sesuai dengan permintaannya dan ibu tercintanya, menjadi perempuan yang menempatkan keluarga pada prioritas pertama. Apalagi keluargaku, Mami, dan dua kakakku Bang Alde dan Abel yang selalu bersikap sulit pada pacarku pun sudah membuka tangannya untuk Si Bangsat Arifin. Ketika Si Bangsat Arifin membatalkan pernikahan kami, tidak lagi alasan bagiku untuk menetap di Indonesia seperti rencana semula. Aku kembali ke Belanda dengan tiga koper besar disambut dua teman baikku, Melissa dan Mila di gerbang kedatangan yang memelukku erat dan menghapus air mataku. Namun, semua berubah ketika aku mulai mengenal Ethan lebih dari sekedar pacar sahabatku.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Tentang Kota Ini
  • Tuan Muda? [Countryhumans]
  • Disguise... [END]
  • BENANG PUTUS
  • Mr. Business and The Ambassador Girl
  • ASAVELA KIARA
  • BEST OF US - TERBIT CETAK
  • Ιͺ ʙᴇᴄᴀᴍᴇ α΄€ α΄˜α΄α΄Κ€ α΄˜Κ€Ιͺɴᴄᴇ
  • Coming Home (CABACA.ID)
  • ARGALA

Hari ini, Ayah membawa kami pergi dari Ibukota dan memilih kota Yogyakarta sebagai tempat singgah sementara; katanya. Tepatnya di Rumah Oma yang terdapat keluarga besar yang dari dulu tinggal di sana. Canggung, banyak berpikir buruk tentang mereka karena sikap yang diperlihatkan. Di Jakarta saja Aku dengan Ayah, Bunda dan ketiga Adikku saja tidak memiliki hubungan yang begitu dekat. Apalagi di sini? Semakin asing dan terasa diasingkan. Namun, sepertinya mata dan hatiku sedang tertutup rapat selama di kota ini. Aku menganggap Yogyakarta bukanlah tempatku. Aku tidak bisa ada di sana. Apa kalian juga berpikir seperti itu? Pasalnya, ada beberapa manusia yang kutemui di sini, salah satunya si manusia itu. Dan kembali ke hal utamanya, mata dan hatiku sedang tertutup kala itu. Semua akibat terlalu gelisah mengenai rumah besar Oma ini, tentang segala yang berada di dalamnya. [[Cerita ini sedikit mengulik tentang perasaan seorang remaja perempuan yang mendapat peran sebagai kakak pertama. Dunianya hanya penuh dengan dirinya sendiri; fotografi salah satu di dalamnya. Namun, selalu terbesit dalam hatinya untuk berbicara pada dunia. Ia ingin lebih dari ia yang sekarang, ia selalu merasa tak pernah menjadi seorang kakak, ia tak pernah merasa menjadi sesosok teman, ia hanya ingin seperti manusia lain yang terlihat biasa saja dengan manusia lainnya. Tentu ingin menjaga keluarganya, bukan dengan tetap bungkam. Ia ingin bersuara dengan berjuta makna katanya. Namun, apakah bisa? Rasanya tidak kalau ia masih membuka mata dan hatinya untuk dunia; terutama orang-orang yang ia temui di Yogyakarta.]] Update setiap JUMATπŸ‘€

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan