Rani 'n Friends

Rani 'n Friends

  • WpView
    Membaca 35
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jul 29, 2018
WpInfo
Fiksi
Romansa
Kalau cinta itu ya disadari, kalau udah sadar cinta ya diungkap, kalau nggak diungkap jadinya penyakit hati. Kalau udah penyakit hati mesti dibawa ke rumah sakit. Kalau udah ke rumah sakit akan keluar uang banyak. Jadi kalau nggak mau kena penyakit hati, ya diungkap. Kalau udah diungkap tapi ditolak, ya takdir. Tapi kalau diterima ya berarti Lo lagi beruntung aja. Nggak deh, ya berarti doi juga suka sama Lo. Makanya buruan diungkap,daripada nyesel kayak... Kasih tahu nggak yaaa... Nggak ah, biar kalian ngikutin terus cerita ini. Oke saya disini selaku pembawa derita, eh cerita. Saya nggak mau nyebutin nama saya, bisa jadi saya berperan penting dalam cerita ini atau juga saya nggak penting-penting amat di cerita ini. Tapi jangan banting handphone tetangga kalau kalian kecewa pas tau siapa saya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#81
rani
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Tokoh Utama
  • Aku, Kau, dan Dia (Completed)
  • RINDU DI PENGHUJUNG SENJA
  • ASYHILA(COMPLETED)
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • Promise
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❀]
  • DRABIA [END]

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan