Story cover for REBEL by xxxirideev
REBEL
  • WpView
    Reads 803
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 26
  • WpView
    Reads 803
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 26
Ongoing, First published Jun 18, 2018
Jubah Jake basah oleh darah, Ender tak tinggal diam ia lantas merobek bajunya dan membungkus lengan Jake dalam posisi kuda yang masih berlari kencang.

Ditambah cuaca bersalju begini membuat Jake menggigil kedinginan dengan luka robek di lengannya. 

Jake menarik tali kekang dengan kuat melampiaskan rasa sakitnya dengan benda yang ada dalam genggaman tangannya itu, membuat kuda terpaksa berlari dengan cepat, sesekali sang kuda hampir terpereset dan berusaha menyeimbangkan tubuhnya dengan dua beban di punggungnya, medan yang licin membuat Ender cemas, sekali jatuh maka akan sulit untuk bangun di medan salju seperti ini.
All Rights Reserved
Sign up to add REBEL to your library and receive updates
or
#187kutukan
Content Guidelines
You may also like
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] by AYA_MNK
28 parts Ongoing
🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT
Little Gelandangan and Her Daddy Werewolf | (Belum Selesai Revisi)  by PurpleLovelyzen
52 parts Ongoing
"Gue jadi anak kecil gelandangan? yang bener aja, rugi dong!? Arrghhh!!" ••••• Gladys Anastasya, seorang siswi SMA, tewas tersambar petir tepat setelah menertawakan dan menghina seorang anak kecil berwajah cacat. Saat membuka mata, ia tidak menemukan surga maupun rumah sakit, melainkan dunia dari sebuah novel fantasi abad ke-19 yang baru saja ia baca. Lebih buruk lagi, ia hidup kembali sebagai seorang anak gelandangan yang bahkan tidak tercatat dalam cerita. Bukan protagonis, bukan antagonis, ataupun tritagonis. Dia hanyalah seorang NPC yang tak penting. Tanpa rumah, tanpa uang, tubuh kurus, pakaian lusuh, dan perut yang tak pernah berhenti berbunyi. Hidup baru Gladys adalah mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan. Hingga pada suatu hari bersalju, seorang pria muda muncul. Iris biru kelam yang menusuk, kulit seputih salju, rambut silver panjang, rahang tegas, hidung mancung, dan bibir tipis berwarna merah ranum. Hanya dengan tatapan matanya saja cukup untuk membuat lawan membeku. Ia menyelimuti Gladys dengan jubahnya dan memberinya roti hangat, kebaikan pertama yang pernah gadis itu terima sejak terdampar di dunia baru ini. Sejak saat itu, Gladys bertekad merebut hati pria tersebut, agar ia bisa dirawat dan diadopsi... agar hidupnya tidak lagi menjadi gelandangan yang membeku di jalanan. Tanpa ia tahu- Pria yang ingin ia jadikan "penyelamat" itu bukan manusia sepenuhnya. Melainkan ia sedang menawarkan hidupnya kepada seekor hewan buas. "Paman! Apa paman butuh seorang anak?" ••••• [🚩Disclaimer: Arnold adalah sosok ayah bagi Lily di masa kecil, cinta romantis muncul seiring berjalan waktu, tapi mereka memulai hubungan saat Lily sudah dewasa] 🚩Age-gap: 12 tahun Peringkat: #1 Monster (30/06/24) #1 Serigala (17/07/24) #1 Novel (28/05/2025) #2 Fiksi Sejarah (18/06/24) #2 Cantik (10/06/24) #3 Fantasy (02/06/2025) #3 Werewolf (25/06/24) 𝙲𝚘𝚟𝚎𝚛 𝚋𝚢. 𝙲𝚊𝚗𝚟𝚊 𝙴𝚍𝚒𝚝𝚎𝚍 𝚋𝚢.
You may also like
Slide 1 of 6
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] cover
Lightshadow  cover
Little Gelandangan and Her Daddy Werewolf | (Belum Selesai Revisi)  cover
Baby Hostage's So Cute cover
Kami Selalu Berbeda cover
Rabbit And The Legend Of Orange Fur  cover

Pertemanan di balik Kutukan [On Going]

28 parts Ongoing

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT