Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Feels Hurt

Feels Hurt

  • WpView
    Membaca 657
  • WpVote
    Vote 92
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Mar 8, 2019
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Nunggu apa?" Ujar lelaki itu singkat namun penuh rasa ingin tahu. "Hujan." "Hujan sudah turun, mengapa harus ditunggu?" Tambahnya polos. "Nunggu reda maksudnya." "Gimana kalo redanya nanti malem?" Tak ada jawaban. "Apa kamu bakalan tetep nunggu?" "Iya." "Nggak takut?" "Nggak." "Aku nggak bakalan pergi, jadi Adel nggak usah takut." Tukas lelaki yang sudah basah kuyup tertimpa hujan sore ini. "Aku nggak takut," gadis itu menjawab tetap dengan nada yang sama, dingin dan menyentak. Suasana hati nya tengah buruk. "Maaf, aku nggak punya jaket seperti didalam drama yang kamu tonton." "Hidupku bukanlah seperti drama, dan aku tidak mengharapkan jaket itu." Ujar sang gadis dengan nada bergetar, Ia berusaha untuk menahan genangan air di pelupuk matanya, tak ingin lelaki dihadapannya ini melihatnya menangis. "Menangislah, aku selalu siap untuk ini." Lelaki itu menarik dagu gadis disebelahnya, tanpa aba-aba gadis itu membenamkan kepalanya kedalam dada bidang lelaki disebelahnya. Ia merengkuh tubuh mungil gadis itu tanpa permisi, alih-alih gadis itu melingkarkan tangannya dan memeluk lelaki itu erat-erat. Ia mampu mendengar isakannya yang terendam didada bidang nya. ** Terpaan angin yang lalu membuat kulit seakan beku sudah tak ampuh untuk mendekati keduanya, mereka saling menguatkan. Yang satu rapuh maka semua ikut rapuh. -KeyRel-
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#19
perwira
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • SalFlo
  • AKSENIO
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • AYKA
  • Rannia√
  • Cuaca
  • RASSYA [ON GOING]
  • Fai
  • RIAREZ : dendam dalam cinta (END)

Dua insan yang tidak pernah akur, selalu terjadi percekcokan antara mereka berdua. Hingga tidak sadar mereka menjadi dekat, dan Alam menguak sesuatu dari Ghea yang baru dia ketahui. Gadis itu...gadis keras kepala, nakal, tapi suatu waktu dia bisa melihat sisi lain gadis itu yang lemah. Satu fakta yang baru dia ketahui, dia bahkan mengenalnya sudah lama... "Cepet buka mulut lo! " pinta Alam. "Gak," "Cepet, lo keras kepala ya?!" ujar Alam dengan menekankan ucapannya. "Iya-iya," Alam menyuapinya bubur itu ke mulut Ghea tanpa perasaan, hingga membuat Ghea tidak bisa bernafas karena tersedak. Uhukk...uhukk... Dengan cepat Alam mengambil botol minumnya dari tas karena muka Ghea sudah merah, lalu diberikan ke Ghea dan tanpa berfikir ia langsung minum. "Minum-minum," 1 menit kemudian... "Lo gila ya? Lo mau bunuh gue? Gak gini caranya!" ketus Ghea sesekali batuk. "Hehehe...sorry, kalo bunuh lo gue belum ada niatan," balas Alam santai. Happy Reading

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan