Story cover for Feels Hurt by yuanyura
Feels Hurt
  • WpView
    Reads 654
  • WpVote
    Votes 92
  • WpPart
    Parts 8
  • WpView
    Reads 654
  • WpVote
    Votes 92
  • WpPart
    Parts 8
Ongoing, First published Jun 18, 2018
"Nunggu apa?" Ujar lelaki itu singkat namun penuh rasa ingin tahu. 

"Hujan."

"Hujan sudah turun, mengapa harus ditunggu?" Tambahnya polos.

"Nunggu reda maksudnya."

"Gimana kalo redanya nanti malem?" Tak ada jawaban.

"Apa kamu bakalan tetep nunggu?"

"Iya." 

"Nggak takut?"

"Nggak."

"Aku nggak bakalan pergi, jadi Adel nggak usah takut." Tukas lelaki yang sudah basah kuyup tertimpa hujan sore ini. 

"Aku nggak takut," gadis itu menjawab tetap dengan nada yang sama, dingin dan menyentak. Suasana hati nya tengah buruk.

"Maaf, aku nggak punya jaket seperti didalam drama yang kamu tonton."

"Hidupku bukanlah seperti drama, dan aku tidak mengharapkan jaket itu." Ujar sang gadis dengan nada bergetar, Ia berusaha untuk menahan genangan air di pelupuk matanya, tak ingin lelaki dihadapannya ini melihatnya menangis.

"Menangislah, aku selalu siap untuk ini." Lelaki itu menarik dagu gadis disebelahnya, tanpa aba-aba gadis itu membenamkan kepalanya kedalam dada bidang lelaki disebelahnya. 

Ia merengkuh tubuh mungil gadis itu tanpa permisi, alih-alih gadis itu melingkarkan tangannya dan memeluk lelaki itu erat-erat. Ia mampu mendengar isakannya yang terendam didada bidang nya.

**
Terpaan angin yang lalu membuat kulit seakan beku sudah tak ampuh untuk mendekati keduanya, mereka saling menguatkan. Yang satu rapuh maka semua ikut rapuh.

-KeyRel-
All Rights Reserved
Sign up to add Feels Hurt to your library and receive updates
or
#33fero
Content Guidelines
You may also like
DAKSA [END] by StarNight_SF
46 parts Complete
[FOLLOW DULU SEBELUM BACA] PART MASIH LENGKAP! "Kemana tadi?" Daksa yang mendengar pertanyaan Kara jadi gugup dan bingung harus jawab apa "JAWAB!" ucap Kara dengan nada yang lebih tinggi "Tadi habis..habis...habis..anu..itu..." jawab Daksa bingung dan menggaruk pipinya yang tidak gatal "Jawab jujur atau gue lebih marah" "Tadi gue habis nganterin Elsa belanja ke mall, gue mau nolak sebenernya tapi dia ngancem putus" Kara yang mendengar itu menghebuskan nafas kasar Daksa Pramudya Aksara, laki-laki yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA ini memiliki sifat dingin,ganas,cuek,tapi kalau udah ada pawangnya jinak. Daksa adalah salah satu murid nakal sekaligus berprestasi disekolahnya. Daksa memiliki sahabat perempuan yang sangat ia jaga,kalau ada yang ganggu sahabat kesayangannya ini, jangan harap bisa selamat dari amukan Daksa Karana Anastasya Rajendra, perempuan yang masih duduk di kelas 2 SMA ini memiliki sifat yang jutek, galak, tapi penyabar dan penyayang, apa lagi kalau udah berhadapan sama sifat sahabat laki-lakinya itu. Cuma Kara yang bisa jinakin sahabatnya ini. Banyak yang berfikir kalau hubungan Daksa dan Kara lebih dari sekedar sahabat. Tapi keduanya tidak mempedulikan itu, mereka hanya berteman dan mengangap hubungan mereka seperti adik-kakak. Tapi.... tidak ada yang tahukan kedepannya bagaimana Masalah yang datang di hubungan mereka membuat mereka menyadari perasaan mereka yang sebenarnya.... Gambar di cerita : Pinterest Publish : 25/06/21 End. : 18/10/21 TAHAP REVISI REPOST : 11/11/21 SELESAI : 11/12/21 [DON'T COPY MY STORY!!] 🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Silent Heart! by TarisaNovitha27
6 parts Complete
"Al kenapa lo selalu liatin gue?Gue jadi bingung sama Lo kalo lagi berduaan gini" salsa bertanya serius kepada Alfa, karna sampai saat ini salsa bingung kenapa setiap sedang berdua, Alfa selalu menatap mata intens salsa. Dulu salsa memang cuek dengan tatapan Alfa, tapi semakin lama Salsa cukup penasaran dan ingin tahu alasan soal Alfa menatap nya seperti itu. Bingung lhoo ini salsa serius Dan shit Alfa bukan nya menjawab pertanyaan Salsa, justru ia semakin menatap mata bulat itu dan bahkan Alfa tersenyum. Satu detik Dua detik Empat detik ( tiga detik dulu sat ) Tiga detik ( nah baru bener ) Empat detik Lima detik Alfa mengangkat salah satu tangan nya dan meletakan nya tepat ditepian wajah Salsa. Tangan Alfa dengan lihai menyibakkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah salsa. ( Ulah angin nih pasti, pen sentil angin rasa nya author gengs ) Salsa masih termenung dengan Alfa yang menatapnya seperti itu dan perlakuan Alfa beberapa detik yang lalu:'' "Lo bukan bingung tapi gugup. gue rasa jantung lo harus dicek ke dokter setelah gue tatap Lo kaya gini" Stop! Bukan, bukan ini alasan yang ingin salsa dengar dari mulut Alfa! Belum sempat salsa mengangkat mulut nya untuk bicara. Alfa kembali melontarkan sesuatu. "Sa.. lo cantik. Boleh ya gue sayang sama Lo?" Deghhh Seakan detak jantung salsa terhenti seketika! Syok! Salsa syok! ( Kalo ga tau syok gua kasih tempe syok itu kaget yhahaaa ) __--__--__--__--__--__--__--__ DON'T COPY MY STORY!!! Sebelum baca follow dulu ya❣️Karna banyak part yang bakal aku privat guys🌈
You may also like
Slide 1 of 10
Fai cover
AMISTAD✅ cover
DAKSA [END] cover
RIAREZ : dendam dalam cinta (END) cover
SalFlo cover
GADIS (Lengkap belum revisi) cover
Bad Girl VS Bad Boy {END}  cover
Rannia√ cover
AKSENIO cover
Silent Heart! cover

Fai

20 parts Complete

Real story of fai "Walaupun aku lari ngejar kamu,, aku selalu dibelakang mu... Bagi ku,, kau itu kaya angin,, aku tau kemana kamu pergi.. Aku juga tau darimana kamu datang.. Tapiiii... Aku gak bisa bikin kamu tetep ada disamping ku! " Suasana menjadi hening sekitar 5 detik setelah fai mengucapkan itu. "Dan aku tau.... Aku lagi menggapai angin! " sambung fai lagi "Mmmmmhhhh.... U have to believed,, " "............." fai hanya diam sambil menundukkan kepala menatap makanannya yang baru hilang sepotong ujung garpu. "Sebenarnya ferra cape temm.. Dihantui rindu! " sambung ferra "........kalo ngga kuat jangan dipaksa yuutt" "Kok..??? " bingung ferra "Bukan ada yang laen.. Kamu tau arti menggapai angin? " tanya fai "Ummm.... " ferra menggelengkan kepala sambil menyedot jus "Menggapai angin" sahut cowo itu dengan nada pelan, hening terjadi lagi sekitar 3 detik seakan ia berat mengungkapkan arti ucapannya. "Angin itu ngga bisa digapai" sambungnya "Kalo gitu,, jangan anggap aku angin" jawab ferra dan ia memegang tangan kiri kekasihnya "..............