İçerik Kurallarımızı güncelledik.
Hikâyeleri güvenli bir şekilde paylaşmaya devam etmek için en güncel kuralları inceleyin.
Daha fazla bilgi
MY LUNA

MY LUNA

  • WpView
    OKUNANLAR 21,324
  • WpVote
    Oylar 367
  • WpPart
    Bölümler 24
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Çar, Ara 6, 2023
WpInfo
Kurgu
Romantik
Pria dengan membawa sebuket bunga tulip itu tersenyum manis kepada wanita cantik yang mengisi seluruh hatinya. Wanita dikursi roda itu tersenyum hangat kepada pria yang kini sudah berada didepannya "Janji kepada saya untuk datang nanti ke perayaan dimana saya sudah sukses membangun impian saya? Dan kamu harus sehat kembali luna. Semangat! Saya selalu mendukungmu! Dan saya janji beberapa tahun lagi nanti saya akan bisa mengambil dirimu darinya. Kita akan membangun keluarga impian kita sama-sama ya? " "Dan kamu harus berjanji untuk waktuku yang akan menunggumu tidak akan berakhir Sia-sia. Julian? " "Pasti. Seorang julian pewaris muda keluarga tidak akan pernah ingkar janji"
Tüm hakları saklıdır
#139
kiss
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • Dhyas
  • GRIZLEN {On Going}
  • Queen of Flowers"IND" END
  • Love Letters [END]
  • FLOWER OF LOVE (Tamat di KBM dan Karyakarsa)
  • Our Journey To Love
  • Arsyilazka

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi