Story cover for The Death Flashlight by sapi_imoet
The Death Flashlight
  • WpView
    Reads 476
  • WpVote
    Votes 95
  • WpPart
    Parts 30
  • WpView
    Reads 476
  • WpVote
    Votes 95
  • WpPart
    Parts 30
Ongoing, First published Jun 19, 2018
Ini adalah sebuah kisah Evelyn yang menemukan sebuah senter aneh bernama TDF. Senter ini bukanlah senter biasa karena senter ini bisa membunuh siapapun yang melihat cahaya senter tersebut. Awalnya Evelyn tak pernah tahu siapa pemilik sah dari senter TDF ini. Namun kejadian mistis terus menghantuinya hingga puncaknya dia bertemu dengan mahluk aneh yang membuatnya sadar mengenai dunia pararel dan nyawanya mulai terancam.

"Sebuah senjata akan menjadi buas apabila jatuh ke tangan orang yang tersakiti atau orang yang gila, bahkan lebih parahnya jika jatuh ke tangan orang yang tersakiti dan gila seperti dirimu." ~TDF

"Jadi apakah aku orang yang tersakiti dan gila?" tanya Evelyn. 

"Kamu tidak pantas menjadi seorang pembunuh berdarah dingin! Berikan senter itu padaku dan aku akan buat dunia yang bersih dari penindasan dan penganiayaan," kata Indra pada Evelyn. 

"Kembalikan senter TDF itu padaku! Akulah pemilik sah senter itu!" kata Riska pada Evelyn. 

"Tak akan aku biarkan seseorang merebut senter ini dari tanganku," gumam Evelyn.
All Rights Reserved
Sign up to add The Death Flashlight to your library and receive updates
or
#12flashlight
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
GARIS SUNYI YANG BERTAUT cover
Teman Lama (Empat) cover
 FIGURAN ARZEV cover
Crazy Fox Lady (TAMAT) cover
VIERRA'S SECOND LIFE cover
My Husband is Antagonist Novel cover
Antagonis 2 (END) cover
Who Is Called A Bird?!  || [Vol.1] cover
Satu Langkah Lebih Dekat [hiatus] cover

GARIS SUNYI YANG BERTAUT

26 parts Complete

Bagaimana bisa aku membenci orang yang selalu melindungi diriku dari dunia yang sangat menyeramkan dan menakutkan ini. Bagaimana bisa, aku hidup sendiri jika luka saja aku masih harus di obati olehnya. Bagaimana bisa, aku menjauhi orang yang selalu menyeka mataku yang berair, ia yang selalu memberikan dekapan hangat, dan selalu melimpahkan kasih sayangnya padaku. " Darimana kamu tau jika ibumu menyayangimu" "Dia tidak menunjukan lewat perkataan, tetapi tindakan" "Dengan cara memukulmu?" "Itu bukan pukulan, tetapi cara dia melatihku agar terbiasa dengan dunia yang keras" "selama ibu masih ada, hidupku akan baik-baik saja"