Who Are You

Who Are You

  • WpView
    Reads 146
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 30, 2019
Arland Daniel memiliki kehidupan beruntung berkat kedua orang tuanya yang meninggalkan harta melimpah, membuat kehidupannya tak kurang suatu apapun. Hingga suatu saat, sesuatu hal terjadi pada hidupnya yang membuatnya harus terlibat dengan Arthem Entertaiment, perusahaan besar pencetak bakat terbaik di dunia yang hampir bangkrut. Akankah Daniel mampu mengatasi seluruh masalahnya, termasuk juga perasaannya? Beri apresiasi kalian kepada "Who Are You" dengan cara vote dan komen ya. Terimakasih Salam @miladwh
All Rights Reserved
#237
novelindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Being a Good Papa [ End ]
  • Mint & Malin
  • Salah Waktu[END]
  • Daniel Owns Me
  • Jejak rindu di Bandung [ TAMAT]
  • Married at First Sight : The Antagonist's Bride
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • *ೃAm I Antagonist˚༄.ch's. [Hiatus]
  • MY PETERPAN ALEN
  • Dunia untuk Arland (TAMAT)

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

More details
WpActionLinkContent Guidelines