Teman Sampai Akad

Teman Sampai Akad

  • WpView
    LECTURES 281
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., sept. 18, 2018
Bertopeng bahagia bersikap dingin layaknya angin tak punya beban... pilihanku Ketika hati ingin sekali diisi semua yg datang perlahan pergi namun ketika hati memilih mengasing kan diri agar tak bertemu sebuah hal yg bernama cinta sebab jera akan rasa ada hal yg perlahan kuhindari namun malah satu persatu mendekat.. mencoba mengetuk hati yg sudah beku ini, walau aku menerima pertemanan itu takkan ada yg bisa mengubahnya baik waktu dan keadaan seperti apapun itu takkan mengubah statusku hingga Akad tiba Tuhan mengujiku dengan hal yang begitu berat bagiku disaat aku mencoba menjauh lantas semua mendekatiku .. bukankah aku seharusnya senang?.. jawabannya"?" sekedar tersenyum kurasa cukup semua yg kan kualami kedepannya tergantung takdir allah untukku senyumku tak sembarang lempar
Tous Droits Réservés
#87
sholeh
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Menuju Hidayah-Mu
  • Aku, Kau, dan Dia (Completed)
  • Di Bawah Langit Subuh (Seson 1||SELESAI)
  • SYAQIL (Kuliah Tapi Nikah) || TERBIT✓
  • Aila: Atas Nama Cinta [TERBIT]
  • HALAQAH CINTA (SUDAH TERBIT) ✓
  • ALESYA (END)
  • SHEIRAZ PLAN ✓
  • REVARKA [Revisi]

Spiritual-Teen Fiction (ON GOING) Cover by: @liafadhilah Meskipun sudah berada di jalan yang benar, bukan berarti seseorang itu pasti mampu memegang keistiqamahannya. Sama halnya dengan gadis di kisah ini. Dia Afika Sidqia A., salah satu siswi di SMA N Bakhti Bangsa yang duduk di kelas 11 IPA 3. Tak banyak yang mengenal dia. Sifatnya berubah selama sepuluh tahun terakhir membuat Afika harus menjaga jarak dengan beberapa orang, terutama makhluk berstatus lelaki. Namun semuanya berubah saat semesta mempertemukan Afika dengan seorang siswa pindahan. Ketika Afika menemukan jawaban atas teka-teki yang membuat hidupnya kacau berkat perempuan yang ia jumpai tanpa sengaja. Dirinya merasa sangat berdosa. Niat untuk menjemput hidayah itu ada. Namun ketika Afika ingin memantapkan berhijrah, ada sebuah kebimbangan yang menyurutkan niat awalnya. Akankah Afika memilih untuk tetap hijrah? Atau justru kembali jatuh ke lubang yang sama, bahkan jauh lebih dalam dari sebelumnya?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu