Senja itu.. ia tulis sebuah sajak yang lain dari biasanya... bukan tentang nelangsa, namun tentang kebahagiaan hari itu yang dia rasa saat melihat seorang gadis bercadar di Kantin sekolahnya.
" Hari ini... Lensa mataku menangkap objek indah....
Tergambar jelas... Nyata... Tegak... Diperbesar
Dengan kekuatan Lensa Maksimum....
Ada Resonansi lembut terasa dalam sukma....
Mungkinkah ini cinta?....
Atau hanya rasa sesaat...."
-Ihsan-
Sebelum hari gelap dan bintang gemintang menghias malam, Ihsan beranjak dari tempat yang mendamaikan itu, ia kembali melanjutkan perjalanan pulang untuk mengistirahatkan tubuh dan mengumpulkan semangat baru untuk hari esok.
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Assalammu alaikum wr.wb gays mohon maaf nie saya mau bagi-bagi cerita ehehe takutnya kalian suka sama cerita saya yuk mampir jangan lupa vote & komen iya..
-
-
-
yuk baca aja jangan diliat-liat atau jangan di skip iya ehehhe