Alvaro

Alvaro

  • WpView
    Reads 85,230
  • WpVote
    Votes 2,728
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadComplete Sat, May 11, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Alah! Lo di depan dia aja nggak berani. Apa perlu biar gue yang jadi wakil, dan bilang ke Caca kaya gini. 'Ca, boleh nggak Alvaro bilang. Caca aku rindu.' cuih! najis Ro." Alvaro mendadak sakit hati mendengar ucapan Iyok. Namun dia berusaha untuk tidak perduli. Dan tetap yakin pada perasaannya. 'Terserah, kalau gadis itu mau menolak. Yang penting Alvaro bahagia.' Begitulah kata-kata motivasi yang selalu melekat di fikiran nya. Tidak perduli di tolak yang penting Ia bahagia. Bahagia masih bisa melihat Caca marah padanya, bahagia bisa mengganggu Caca, Dan bahagia karena selalu bisa melihat wajah Caca meski hanya sebentar. =÷=÷=÷=÷= Jadi gini.... Ini adalah cerita kedua alasan aku off dari 'ARKANA' soalnya lagi buntu sama cerita yang itu. Jadi aku buat lagi deh, ku salin catatanku dari akun yang sebelumnya... semoga banyak yang baca dan pada suka deh... ??? Higest rank# #3 dari Natural 7/12/2020 #1 dari Natural 9/12/2020 #2 dari Natural 8/12/2021
All Rights Reserved
#56
alvaro
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F A K E ? [End]
  • My Love Ketos❤
  • Gone(✔)🔚
  • ARETHA
  • ALVARO : Love Is Sunset
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • The Rainy Night || End.
  • 90 Hari Mengejar Cinta Alvaro[End]
  • ARGA [TAMAT]
  • Alca || Selesai

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

More details
WpActionLinkContent Guidelines