A Home for You

A Home for You

  • WpView
    Membaca 285
  • WpVote
    Vote 25
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Jan 25, 2024
WpInfo
Fiksi
Romansa
Seperti mimpi masa kecilnya, rumah yang hangat, manis dan damai. Seperti pedang memporak-porandakan rumah hangatnya, seperti perampok membawa pergi seisi rumahnya, seperti ditinggalkan, kemudian menghilang, seperti kehilangan, mendekap menghancurkan jiwa ... Seperti kembali, merenggut hati ... Seperti yang dibayang-bayangkan, balasan setimpal mungkin mengembalikan rumah hangatnya. --Ketika seseorang hancur dalam balas dendam tetapi merindukan kasih. Maka, mungkin saja Yang Esa berbelas kasihan memberi kesempatan kedua. [A revision from Ended in Defeat ©2018] a picture from Pinterest. • • • Karya ini dilindungi oleh undang-undang hak cipta no. 28 tahun 2014. Segala bentuk pelanggaran akan diselesaikan menurut hukum yang berlaku di Indonesia.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#179
brokenfamily
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • JEVANYA || Stepbrother
  • Hypomone {ὑπομονή} || END✓
  • Fight In The Box
  • 𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
  • Tikungunya
  • DOPAMINE [HIATUS]
  • Semua Tentang Kita (STK) ✔️
  • PROMISE ✓
  • 24/7 (HIATUS)
  • Rahasia Rasa (COMPLETE)

"Lihat, siapa yang jalang? Lo atau nyokap gue?" tanya Jevan dengan tatapan mengejek, hal itu membuat Vanya berdecih dan tersenyum miring. "Gak ada yang lebih nikmat dari penghianatan bukan? Ayo bikin lo dan gue berkhianat sama orang tua kita masing-masing." |~~| Mati rasa. Itulah yang Jevan simpulkan untuk kondisi saudara tirinya saat ini. Vanya terlihat baik baik saja dari luar, namun Jevan tahu bahwa Vanya begitu kesakitan di dalam. Masalalu yang begitu kelam membuat Vanya kesulitan untuk menyadari bahwa masih ada orang yang perduli padanya. Namun, dirinya selalu menyangkal semua itu. Ia beranggapan bahwa tidak ada lagi yang perlu ia percayai di dunia ini. Pukulan demi pukulan, perkataan menyakitkan, dan tingkah licik sang Papah membuat Vanya menyimpan dendam yang besar. Dendam yang tidak boleh dilakukan oleh seorang anak pada orang tuanya sendiri. Namun, itulah Vanya, ia benar benar mati rasa hingga menganggap ia hidup sendirian di dunia ini. INFO : (UPDATE 2 MINGGU 1 KALI) Start : 11 Juni 2024 Finis : --

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan