About Feeling

About Feeling

  • WpView
    Reads 438
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 19, 2019
Setelah Kinara membaca amplop coklat yang berisi tentang tawaran beasiswa dari SMA VIKTORY dia segera menerima tawaran itu dan akan melanjutkan sekolahnya disana. Walaupun Kinara harus berbohong tentang status sosialnya agar jaminan beasiswanya tetap aman dan juga demi menjaga keluarganya. Kinara berharap hanya kebohongannya saja yang menjadi beban saat bersekolah disana dan tidak akan terlibat dengan masalah apa pun yang akan menjadi beban baru lagi baginya, tetapi harapannya seakan tidak terjawab karna baru hari pertama bersekolah di sana Kinara sudah harus bermasalah dengan Exel sang raja kriminal dan sumber dari segala masalah yang ada di SMA Viktory. " gue harusnya ngak berurusan sama dia, karna gue yakin gue bakal kesulitan kalo berurusan sama dia... " suara hati Kinara. Dan memang benar adanya suara hati Kinara, gadis itu mengalami kesulitan setelah berurusan dengan Exel. Exel mulai masuk ke dalam kehidupan Kinara dan mulai melakukan sebuah permainan... Yaa, sebuah permainan yang membuat Exel tau segalanya tentang Kinara, dan melalui permainan itu juga mau tidak mau membuat Exel dan juga Kinara melibatkan banyak rasa yang tidak disadari oleh kedunya. Tetapi Exel selalu meyangkali setiap prasaan yang dia rasakan dengan pemikiran " gue cuman main-main, ngak lebih... ".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rieril
  • JEJAK TAKDIR | JAEMREN √
  • 36 days with you {saida} [End]
  • My love ' My Enemy [ END ]
  • ARES KIRANA
  • 🖤Rahasia diantara kita
Rieril

Menyadari keberadaan Eril, Eyra buru-buru mengusap wajahnya. Eyra kembali menoleh, kini dengan senyum manisnya seakan tidak terjadi apa-apa. "Ngapain?" Tanya Eril yang dijawab gelengan ringan dari Eyra. Eril ikut duduk di samping Eyra "ketahuan banget." Ujarnya lalu menarik Eyra ke dekapannya. "Eril Apa-apaan sih?" Kesal Eyra berusaha melepaskan diri. Bukannya melepaskan, Eril malah semakin mengeratkan pelukannya. "Udah, nangis aja gak ada yang liat juga." Mendengar itu Eyra berdecak "ngapain sih, dateng-dateng malah nyuruh nangis" katanya, kali ini sudah tidak ada penolakan di dalam dekapan Eril. "Gue gak tau masalah lo apa, tapi gue bisa ngerti lo ada masalah" ujarnya menepuk-nepuk bahu Eyra. "Gak usah ngejawab!" Tanpa diminta lagi, tangis Eyra pecah. Eyra menangis bersandar di dada Eril. Gak usah ngira ngira, kisahnya gak semenyedihkan itu kok. Penasaran kelanjutannya? Yok! Ikuti kisah satu ini!

More details
WpActionLinkContent Guidelines