About Feeling

About Feeling

  • WpView
    Membaca 441
  • WpVote
    Vote 17
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mei 19, 2019
Setelah Kinara membaca amplop coklat yang berisi tentang tawaran beasiswa dari SMA VIKTORY dia segera menerima tawaran itu dan akan melanjutkan sekolahnya disana. Walaupun Kinara harus berbohong tentang status sosialnya agar jaminan beasiswanya tetap aman dan juga demi menjaga keluarganya. Kinara berharap hanya kebohongannya saja yang menjadi beban saat bersekolah disana dan tidak akan terlibat dengan masalah apa pun yang akan menjadi beban baru lagi baginya, tetapi harapannya seakan tidak terjawab karna baru hari pertama bersekolah di sana Kinara sudah harus bermasalah dengan Exel sang raja kriminal dan sumber dari segala masalah yang ada di SMA Viktory. " gue harusnya ngak berurusan sama dia, karna gue yakin gue bakal kesulitan kalo berurusan sama dia... " suara hati Kinara. Dan memang benar adanya suara hati Kinara, gadis itu mengalami kesulitan setelah berurusan dengan Exel. Exel mulai masuk ke dalam kehidupan Kinara dan mulai melakukan sebuah permainan... Yaa, sebuah permainan yang membuat Exel tau segalanya tentang Kinara, dan melalui permainan itu juga mau tidak mau membuat Exel dan juga Kinara melibatkan banyak rasa yang tidak disadari oleh kedunya. Tetapi Exel selalu meyangkali setiap prasaan yang dia rasakan dengan pemikiran " gue cuman main-main, ngak lebih... ".
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Hema Alkaris (and his life)
  • 36 days with you {saida} [End]
  • Pick Your Love
  • Falling for You (SungWon)
  • About Caramel
  • My love ' My Enemy [ END ]
  • Sekolah, Cinta, dan Rahasia
  • 🖤Rahasia diantara kita

"Woy, cewek beasiswa!" Suara Saiful menggema di ruang kelas. Nada suaranya santai, tapi jelas menyindir. Gak perlu jadi jenius buat tahu siapa yang dia maksud, karna cuma ada satu cewek di sekolah ini yang masuk lewat jalur beasiswa. Dara. Dara yang lagi duduk langsung reflek noleh. Matanya langsung menangkap sosok Saiful yang berdiri dengan gaya sok keren, dua tangan masuk ke saku celana, dagu sedikit terangkat. Senyumnya... ngeselin banget. Dara tarik napas sebentar, lalu senyum tipis. Bukan senyum ramah, melainkan lebih ke senyum "jangan main-main sama gue." Dia bangkit, langkahnya santai tapi pasti. Dan sekarang, jarak mereka cuma sejangkal. Dara harus mendongak sedikit buat bisa lihat muka Saiful dengan jelas. Matanya tajam, suaranya tenang tapi penuh tantangan. "Kenapa? Perlu bantuan, dasar Iron Man terbang." Ekspresi Saiful langsung berubah. Kaget. 'Nih cewek tau dari mana?' pikirnya. Tiba-tiba, Saiful angkat tangannya dan dengan santai nyentuh dagu Dara, ngeratain pandangan mereka. Tatapannya lebih serius sekarang-ada sesuatu yang dia coba cari di mata Dara. Tapi cuma sebentar. Dia langsung ngelepasin tangannya. "Gue tau lo, cewek seragam luntur." Nada suaranya tajam, hampir kayak tuduhan. Dara nggak mundur sedikit pun. Malah sebaliknya. Tangan kirinya langsung narik dasi Saiful pelan tapi pasti, bikin cowok itu harus nurunin sedikit kepalanya. "Jangan lupa," bisik Dara. "Semua ini gara-gara lo."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan