We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Sisi lain

Sisi lain

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 19, 2018
WpInfo
Poetry
Satu sisi kubuat sedikit aksara untuk kau mengerti bukan nya aku ingin gegabah membicarakan hal ini, tapi ini masalah pribadi dan hati. mungkin, banyak dari kalian yang beranggapan luar biasa, bagiku tidak. Satu sisi, ku merasa ter-intimidasi dengan nya. sebelah mata, ku sudah tak tahan lagi dengan nya. mungkin mata-mu yang hanya sebelah. "jangan hanya aku bermasalah, kau bisa seenaknya berbicara." jangan hanya aku berlaku buruk, kau bisa seenaknya menilai. "jangan hanya aku kurang sempurna, kau bisa seenaknya meninyir." memangnya kau tuhan yang bisa memper-olok-ku dengan ocehan kata tua mu itu. memangnya kau tuhan yang bisa me-ngatur-ku dengan aturan-aturan mu. sudah lah, sudah. lebih baik engkau bercermin diri dari pada harus melihat seseorang dengan pandangan sebelah mata mu itu. setidaknya aku masih bisa berkarya tanpa harus membunuh karakter ku sendiri, dari pada dirimu yang membunuh karakter mu sendiri demi untuk sebuah ambisi matrealism duniawi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • N O R A [on going]
  • Dia yang Tertulis di Lauhul Mahfuz
  • You are in my past and my future [END]
  • Cinta Dua Arah ( On Going )✨
  • My Heart Called For You
  • Perjalanan Cintaku...
  • God's plan more beautiful
  • Memories Never Die

nyatanya, semua itu hanya omong kosong. janji-janji, perhatian, dan kalimat-kalimat manis mu kala itu hanya sebuah kebohongan belaka. bodoh nya aku yang terlalu begitu percaya. perhatian mu semua aku anggap sebagai rasa sayang mu padaku, namun itu salah. aku hanya sebuah pelarian yang kamu singgahi. setelah kamu mendapatkan apa yang kamu cari, kamu pergi. tanpa kamu pikirkan bagaimana perasaan ku. tanpa kamu pedulikan bagaimana hancur nya diriku. tuan, seandainya kamu tau setulus dan sebesar apa perasaan ku padamu. seandainya kamu tau bagaimana usahaku untuk selalu bertahan dengan mu. namun, itu semua hanya seandainya. dan pada kenyataannya kamu tak pernah sadar akan hal itu. kenyataan ini begitu menyesakkan dada. hari-hari ku lewati dengan hati yang kehilangan akan sosok nya. hari-hari ku lewati dengan luka yang tak kunjung juga mereda. tuan, terimakasih. bagaimana pun aku tidak bisa menolak perpisahan. akan ku sudahi semua rasa sakit ini tuan. aku akan belajar melupakanmu, sebagaimana kamu melupakanku. karna aku percaya, kepergian mu merupakan sebagian dari rencana yang diatas. dan aku juga yakin, jika suatu saat aku akan di pertemukan dengan seseorang yang jauh lebih mengerti aku ketimbang kamu. **** Cover by : hunyoel

More details
WpActionLinkContent Guidelines