Menunggu Mu

Menunggu Mu

  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 20, 2018
Keyla rahma al naira Muhammad el rasydi "Key, lulus dari sini kamu mau lanjut kemana? " Seseorang bertanya kepada seorang gadis kecil yang sedang sibuk menulis sebuah puisi. Gadis kecil itu pun langsung menengok dan menjawabnya " insya Allah aku mau di lanjutin ke MTs dekat rumah ku el, kalo kamu? " " insya Allah aku mau pesantren di jakarta key " ucap seorang yg bernama el. " Berarti kita pisah dong? " tanya key kepada el " Hm.. Key kamu mau nunggu aku kan? Kita pasti bakal ketemu lagi kok, aku janji. " " aku harus nunggu berapa lama el? Kamu janji ya kita bakal ketemu lagi " " iya aku janji key, hm.. Kamu tunggu 11 tahun lagi ya, nanti aku bakal ke rumah kamu bawa keluarga aku " :) Itulah sebuah janji seorang anak yang baru saja lulus dari sekolah Madrasah Ibtidaiyah. Akan kan mereka bertemu lagi? Akankah mereka mendapati janji nya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menjaga Cahaya
  • Ijbar [Selesai]
  • Muhammad abidzar Al-Ghifari
  • I L A L A N G ✔ (Tamat)
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]
  • Assalamualaikum Cinta
  • Love Language
  • Laila
  • ASAVELA KIARA
  • gus dosen my husband

Siapa sangka, alumni pesantren yang cupu sepertiku harus masuk ke sekolah terelit di Jakarta. Perkumpulan anak orang kaya dan juga cogan. Hal pertama yang kupikirkan saat masuk sekolah ini, aku harus siap di bully. Aku harus menjaga pandanganku dari berbagai jenis makhluk yang bernama laki-laki. Kuputuskan jadi bongkahan es dimanapun berada. Kalian harus tahu, aku harus menjaga hafalan Quranku dengan menundukkan pandangan. Dan sekolah ini, adalah godaan terbesar. Aku mohon papa, mama, aku pengen balik ke pesantren. Lebih baik jadi nyai dari pada menjadi ilmuwan seperti yang ada di pikiran mama! Tapi ada satu orang yang selalu memperhatikanku, dia sering mendapatiku menangis dan memberikanku dua lembar tissue. Katanya satu buat ngelap air mata, satunya buat ngelap ingus. Ini kisahku, bertahan dengan iman di tengah zaman milenial.

More details
WpActionLinkContent Guidelines