That Day

That Day

  • WpView
    LECTURAS 36
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, ago 1, 2018
Umurku 32 tahun, seorang pecundang. Aku membenci hidupku seperti seorang pecundang kebanyakan. Aku bekerja sebagai seorang pengantar pizza, dan tinggal di sebuah apartemen kecil dengan kekayaanku hanyalah berupa motor butut dan televisi kuno. Tidak ada satupun cahaya terang dalam hidupku, kecuali satu. Dirinya. Namun nasib berkata lain, dan aku berakhir ke dalam sebuah keajaiban luar biasa yang tidak pernah dirasakan siapapun. Sebuah keajaiban, untuk mengulang nasib hidupku.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Canvas of Love (Tamat)
  • philopobhia
  • Mimpi Yang Terwujud | Nct Dream
  • Arsyilazka
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • Villain Also Has A Reason [END]
  • TOO MUCH (Tamat)
  • Lucid Dream, With Bos! [End]
  • ZAFRINA STORM TIED TO THE VILLAIN [Tahap REVISI]
  • Hiraeth to Everlasting Sun

Berapa banyak pengorbanan yang harus kujalani demi mendapat pengakuan darimu, Ma? Itulah pertanyaan yang melekat erat, terpaku, begitu dalam di memoriku. Mama yang tidak mau memasukkanku ke dalam dunianya, memilih membuangku demi cintanya kepada keluarga baru, dan menjadikanku pengemis kasih sayang. Segala cara kulakukan agar terlihat pantas baginya, bagi Mama, hingga ajal menjemput. Hatiku beku, segala cinta yang kuharap ternyata sepihak saja. Namun, ada keajaiban lain yang mengirimku ke kehidupan baru. Kepada keluarga baru. Menjalani segala hal yang dulu begitu kudamba. Di sinilah keluarga yang tidak memaksaku memohon sesendok perhatian dan segenggam kasih. Aku tidak perlu mengemis sama sekali. Akan tetapi, segala yang indah pun memiliki akhir. Maut kembali bertandang, membawaku menjauh dari hartaku yang paling berharga. Kupikir aku akan benar-benar dikirim ke dasar kehancuran setelah dipisahkan dari cahaya mentari. Sumber kebahagiaan. Namun, hal aneh terjadi. Aku kembali ke kehidupan pertamaku. Ke neraka yang menempaku sebagai makhluk menyedihkan, manusia yang tidak punya harapan. Kali ini aku takkan bertindak bodoh. Sudah cukup mengemis perhatian Mama. Aku tidak butuh segala pengharapan palsu yang dulu mati-matian kuperjuangkan. Segala yang tidak ditujukan bagiku tidaklah penting. Sekarang aku akan menjalani kehidupan sesuai dengan kehendak milikku, pilihanku, sebagaimana yang pernah diajarkan oleh keluargaku di kehidupan kedua. Aku bukan lagi seekor ngengat yang tergoda cahaya di malam hari.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido