Kami
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 26, 2018
"Aku akan selalu menemanimu. Agar memahamimu, aku akan membaca ceritamu." Itu kata-kata hantu yang sudah menjadi temanku selama ini. Aku masih ingat perkataannya delapan tahun yang lalu. Karena ia, aku mulai sering menulis diary. Ia hantu pertama yang aku lihat. Tanpa aku sadari ternyata aku seorang indigo. Tetapi aku tidak bergaul dengan mereka, aku tidak dekat dengan hantu-hantu itu. Bahkan sampai sekarang, aku bisa melihat mereka, tapi aku menjaga diri untuk tidak berkomunikasi. Hubunganku dengan "yang tak terlihat" tidak seperti hubunganku dengan orang lain. Namun, aku juga tidak terlalu akrab dengan manusia. Aku seorang penyendiri. Hubunganku dengan yang lainnya tidak dapat kupahami. Kami tidaklah dekat, tidaklah jauh juga. Aku seperti berada di balik garis pembatas. Aku memiliki teman, tapi jarang bersama mereka. Bahkan hubunganku dengan keluarga tidaklah baik. Aku jadi merasa, seperti tidak berhubungan dengan siapa-siapa, manusia ataupun hantu. Semakin lama memikirkan ini, semakin tidak jelas yang aku pikirkan. Satu-satunya teman dekatku, adalah dia, Hantu Penyuka Cerita, Kami. "Nah, ayo menulis cerita lagi!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nuginara [END]
  • Diary INDIGO
  • Hana's Indigo (True Story) ( Repost Ulang Sampai Tamat )
  • MISANTHROPE
  • I Love You
  • INDIGO
  • Diary of R.C.E.A and the Ghost [2015]
  • 1. Imah Leuweung - Rumah Hutan
  • TIREYA
  • Pesan Terakhir

Sembilan tahun bukan waktu yang sebentar untuk menyimpan memori tentang seseorang. Aku punya mantan, aku pernah hampir bertunangan, aku pernah di-pdkt oleh berbagai macam orang. Perasaanku diisi oleh satu-dua hati silih berganti, yang kukira semua itu kulakukan dengan perasaan yang baik-baik saja tapi ternyata tidak. Ketika dia kembali dengan segala hal yang telah berbeda, aku baru sadar kalau, ya, mungkin jawabannya adalah dia. Tapi aku bisa apa kalau semesta maunya dia bersanding dengan yang lain? Catatan lama ini aku persembahkan kepada semua orang yang tidak pernah merencanakan untuk jatuh hati, tapi malah jatuh sedalam-dalamnya. Story, cover and illustration by ©bluelatteo

More details
WpActionLinkContent Guidelines