SEPUCUK DO'A
  • WpView
    Reads 454
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 9, 2018
Seperti pelangi yang menghiasi langit sesaat setelah mendung kemudian gerimis turun menghambur hijaunya bumi.Akupun ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Jika aku, salah tegurlah aku jangan kau tegur hijabku. Karna aku dan hijabku adalah 2 hal yang berbeda.bantu aku keluar dari masa laluku.
(CC) Attribution-ShareAlike
#15
shaliha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )
  • Destiny [Selesai]
  • Cinta Dalam Mihrab Taat  (⚠TELAH TERBIT⚠)
  • Mencoba untuk berubah 🐾
  • SEBATAS PERNAH [REVISI] [HIATUS]
  • My Promise To Allah [END]✓
  • Hijrahku Bersama Dirimu 💙[SEGERA DITERBITKAN]]
  • TAKE ME WITH YOU TO JANNAH (TAMAT)
  • REKSHA ✔
  • Hijrah Cinta Menuju Cahaya(END)

Malam ini, beberapa hari setelah aku kembali dari Arab Saudi, aku bersama ayah dan ibuku datang ke rumah salah seorang kerabat ayah untuk bersilaturrahmi di hari raya, dalih kami. Padahal, yang sebenarnya adalah kami memiliki maksud dan tujuan yang lebih utama dari bersilaturrahmi di hari raya, yakni untuk melihat gadis yang diinginkan ibu menjadi calon istriku. "Naira. Naira Salsabila nama lengkapnya. Naira ini adalah putri kandung kami." Begitu ayah gadis yang ingin kulihat itu memperkenalkan putri beliau kepadaku, dan kepada ibu dan ayahku, saat Naira, sapaan si gadis berhijab orange muda, menyajikan teh untuk kami yang sedang bertamu ke rumahnya. Naira, gadis berumur dua puluh tahun itu perlahan mulai mencuri pandanganku. Wajah putih lembut. Pipi yang merona. Tatapan matanya yang sendu. Senyum tipis yang mengunci bibir. Sikapnya yang santun. Pandangan yang senantiasa terkurung sungkan. Semua hal yang sungguh indah lagi anggun di mataku tersebut, seakan tak membiarkan hatiku untuk ragu pada niat suciku terhadapnya. Bahkan, sedikitpun keraguan tak ada bayangan akan tumbuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines