PELUANG KEDUA

PELUANG KEDUA

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 20, 2018
Sayangku Arina, Jika kau rasa hidup ini berat, percayalah Tuhan itu maha penyayang ; Jika kau rasa hidup ini semakin sukar, percayalah Tuhan itu maha adil ; Jika kau rasa hidup ini kosong, percayalah Tuhan itu maha pemurah ; Dan jika hidup ini bukan untukku, percayalah hidup ini untukmu Arina. Kerana, Matiku demi hidupmu! - Ariff Tak pernah terlintas di fikiran Ariff mendapatkan peluang kedua untuk menyelamatkan adiknya. Apa yang sering di benaknya, kalaulah dapat dia berikan nyawanya untuk Arina. Menyedari dirinya kembali ke masa lalu, dia bertekad untuk mengubah takdirnya dan Arina. Dia hendak memperbetulkan segalanya. Apabila Ariff mengetahui rahsia yang disimpan oleh ibunya setelah sekian lama, Ariff lebih bertekad mahu menjaga Arina. Atau lebih tepat, mengahwini Arina adiknya sendiri Tapi kuasa Tuhan yang Esa tidak dapat dilawan. Mungkinkah Ariff dapat menjaga Arina selamanya? Atau mungkin sudah takdir Arina bukan untuknya?
All Rights Reserved
#306
misteri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hati Yang Kehilangan
  • Psycho Itu Aku Punya
  • HIS BABYPAU [HIS ETERNAL LOVE] | TERBIT
  • Peluang Kedua Untuk Dia
  • KELAM DI SEBALIK SINARNYA
  • Hilang

Kehilangan pertama menyaksi dia lumpuh, hidup bagaikan mati. Namun siapa sangka sekali lagi dia diuji dengan kehilangan kedua setelah tumbuhnya harap. Adakah dia akan terus patah atau tetap tumbuh membaik? Atau dia hanya membiarkan dirinya tenggelam dibawa rasa yang mematikan jiwa lalu menyalahkan Illahi. "Melbourne really changes you."- Adriana. "You shouldn't done that Adriana. You gave me a reason to consider our marriage." - Akif Aryan. "I lost your love but الله gift me His love, and that's enough for me." - Adriana. Pada akhirnya kita hanya sebatas hamba yang sentiasa mendambakan keberadaan Sang Rabb mengharap belas rahmat dan cintanya untuk terus tumbuh dan hadap kosongnya dunia yang penuh tipu daya sebelum kembali pulang untuk hisab dan perhitungan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines