A Dream Forecast (Slow Update)

A Dream Forecast (Slow Update)

  • WpView
    Reads 331
  • WpVote
    Votes 111
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 2, 2019
"Ibu, orang itu mati seperti di dalam mimpi alyc!" Matanya berkaca-kaca, wajahnya memerah ketakutan. "Iya, tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa" ibunya mencoba menenangkan alyc. "Masa depan tidak bisa di ubah. Aku harus bagaimana? Bagaimana?" Alyc tidak bisa menghilangkan rasa takutnya. Dia menangis sambil memeluk ibunya yang belum tahu ketakutan alyc yang sesungguhnya.__ ___ Mimpi tentang ramalan masa depan yang alycia alami sedari kecil tidak pernah meleset sedekit pun, namun mimpi yang alyc alami bukan lah mimpi indah, tetapi mimpi buruk yang selalu ia alami. Takdir tetaplah takdir, hingga Alycia menemukan seseorang yang dapat membantu misinya merubah mimpi nya tersebut Alycia, Arez, kay, adalah tiga sahabat yang memiliki nasib yang sama, mereka sama-sama mengalami mimpi yang akan menjadi nyata. Awalnya hanya Arez lah yang tak ingin mempercayai nya. Dan mereka berusaha percaya dan berusaha untuk merubah mimpi buruk itu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sebenarnya apa yang menyebabkan mereka mengalaminya? Dan apa yang menghubungkan mereka bertiga? #8 ramalan(29-11-2018) #28 detektif(29-11-2018) #18 firasat(19-04-2019) #11 firasat (10-05-2019) #9 firasat (17-05-2019) #1 firasat (19-05-2019) *** ^semoga suka Ya sama ceritanya. maaf kalau banyak typo. By:ichen
All Rights Reserved
#51
firasat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Our Home Lost in This House
  • dream : hidden reality ✓
  • Gupta
  • (ADC) Antariksa's Detective Club 1.0 -New Member?「Completed √」
  • Dreamers [on-going + revisi]
  • DREAM
  • FREL. (TAMAT) ✔
  • The Chronicles of Senior Year [COMPLETED]
  • 5 DETEKTIF PE'A

Malam membawa bulan melayang diambang langit Menebar bintang yang berbaris rapi Sakit yg menggerogoti aku Semakin tak berperasaan Menusuk ulu hati, menyisakan luka yang tak kunjung mengering Menambah lara hatiku yg terkhianati Aku tak diberi kesempatan Oleh rembulan untuk berkisah lebih lama dari biasanya Arumi Syafiya. _________________________________________ Secarik kertas terakhir seorang ibu dalam sakaratul mautnya. Lengkap dengan butir-butir air mata yg membekas di atas kertasnya. Dan tetesan darah yang membentuk identitas di permukaannya. Yang membuat siapa pun yang membacanya akan paham, betapa sakit dan. menderitanya ia di penghujung nyawanya. Wanita hebat yg kerap kami panggil Bunda itu, telah tiada tiga tahun yang lalu. Mewarisi kami hati yang terbalut rindu. Lengkap dengan kenangan kami, hari-hari kami, yang kami habiskan dengan canda dan tawa. Tanpa tau apa yang telah dialaminya, kami tak kehilangan sedikit pun kasih sayang. Semuanya utuh, seolah baik-baik saja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines