TWO FEELINGS

TWO FEELINGS

  • WpView
    Reads 763
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 22, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Bagi Abyan, perempuan se agresif dan berotak mesum seperti Syavina harus di masukan menjadi daftar perempuan yang sudah Abyan blacklist. Bagi Syavina, Abyan adalah DOGAN SEGAR alias Dokter Ganteng Seksi dan Garang tapi tetap saja Abyan bukan tipe vina karna Vina tidak menyukai lelaki yang terlalu membawa serius. "Gue emang bar-bar tapi bukan berati gue murahan! Mau lo seganteng zayn malik kek atau siapapun. Kalau pikiran lo cuma mau grepe-grepe manjain cewek, nilai lo nol" -Syavina "Gue nggak pernah bilang lo murahan, lo sendiri yang ngecap gitu. Lagian, gue suka melon bukan jeruk. dan, gue nggak akan tertarik dengan tubuh triplek lo itu!" -abyan Dan siapa sangka pertemuan vina yang tak sengaja sedang ke gap memadangi aset berharga Abyan awal dari kehidupan mereka lebih bewarna.
All Rights Reserved
#186
sastraperempuan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • The Heartbeat [ Completed ]
  • My Childish Wife [TAMAT]
  • Separuh Jiwa
  • AGGA
  • LOVE DEADLINE (END)
  • In Your Hands [END✔]
  • Ku Pesan Cinta Lewat Do'a (Completed)
  • PUTUS YUK DOK [dr. Rama & dr. Nirina]

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines